post image

Bupati Kampar, H. Jefry Noer, SH ; Guna Suksesnya Program Tiga Zero, Potensi Desa Perlu Digali Secar

Bangkinang Kota (Kamparkab.go.id) - Bupati Kampar, H. Jefry Noer, SH bertekad bulat untuk mengaktualisasikan program lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar yang bila dikerucutkan akan menuju tiga zero yakni zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah-rumah kumuh.
 
Khusus untuk lebih menyukseskan program tiga zero maka kegiatan pembangunan akan lebih diprioritaskan pada wilayah pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
 
€œInsya Allah saya akan pergunakan segenap kemampuan saya dan memberikan perhatian lebih bagi kegiatan pembangunan pedesaan, mengingat potensi pedesaan yang begitu besar yang selama ini belum terkelola secara maksimal dan hal tersebut sejalan pula dengan motto gerak langkah pembangunan Kabupaten Kampar yakni menata Desa Membangun Kota€, papar Jefry Noer pada beberapa kesempatan memimpin rapat yang dihadiri seluruh pimpinan SKPD dijajaran Pemkab Kampar sebagaimana diungkapkan kembali Kabag Humas Setdakab Kampar, Sabaruddin, S.Sos ketika ditemui di kantor Bupati Kampar di Bangkinang kemaren Jum€™at (4/7).
 
Ditambahkan Sabaruddin bahwa pada tahun ketiga kepemimpinan Bupati Kampar H. Jefry Noer, SH telah terlihat adanya kemajuan-kemajuan dalam upaya peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Pada bidang pertanian telah diujicoba dan berhasil dikembangkan usaha bertanam bawang merah dan usaha bercocok tanam bawang ini akan terus dilanjutkan dengan sasaran akhir Kabupaten Kampar akan menjadi daerah sentra bawang di Pulau Sumetera.
 
Selain itu usaha bercocok tanam cabe juga terus dikembangkan bersama tanaman sayuran lainnya sehingga usahatani sayur-mayur ini juga diharapkan dapat meningkatan pendapatan para petani di wilayah pedesaan.
 
Kampar kedepan akan mampu memproduksi sayur-mayur untuk kebutuhan sendiri dan sekaligus mampu menyuplai aneka sayur-mayur untuk kebutuhan warga Kota Pekanbaru yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kampar.
 
Pada bidang perikanan juga mengalami kemajuan yang cukup berarti. Produksi ikan di Kampar, pemasarannya  mampu menembus beberapa Provinsi di Pulau Sumatera.
 
Sejalan dengan itu kehidupan para pengusaha perikanan baik perikanan dengan sistem keramba maupun dengan sistem kolam mengalami peningkatan kesejahteraan yang cukup signifikan.  Memang ada kendala usaha perikanan yang perlu segera diatasai yakni persoalan pakan ikan.
 
Harga pakan ikan yang masih mahal menyebabkan tingginya biaya produksi dan itu perlu segera dicarikan solusi. Dan alhamdulillah dalam waktu dekat pihak investor dari Taiwan telah memberikan angin segar untuk segera mebangunan pabrik pakan ikan di Kabupaten Kampar.
 
Selanjutnya, tambah Sabaruddin pada sektor peternakan, maka Pemkab Kampar terus berupaya mengembangkan usaha peternakan sapi baik melalui pola penggemukan  maupun dengan pola pembibitan.
 
Ratusan bahkan ribuan ekor ternak sapi didatangkan ke Kampar. Hasilnya, di beberapa desa di Kampar, usaha peternakan sapi mengalami kemajuan cukup pesat dan seiring dengan itu terjadi pula peningkatan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan para peternak sapi.
 
Potensi usaha peternakan tersebut akan terus dikembangkan dengan pengembangan usaha dan jenis ternak seperti usaha tenak kerbau dan usaha ternak kambing.
Target kedepan adalah Kabupaten Kampar menjadi sentra produksi sapi pedaging, dan  penghasil ternak kambing terbesar di Riau.  
 
Ketiga usaha tersebut yakni usaha pada bidang pertanian, perikanan dan bidang peternakan akan secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan.
 
Bila ketiga bidang usaha ini berjalan secara lancar maka kemiskinan, pengangguran dan keberadaan rumah-rumah kumuh akan secara perlahan berkurang. Itu Artinya program tiga zero tersebut akan bersinggungan dengan kepentingan dan hajat hidup masyarakat.
 
Dan justru karenanya diharapkan semua lapisan masyarakat Kampar memberikan dukungan nyata bagi keberhasilan program tiga zero, papar Sabaruddin. (Humas Setda Kampar).

Berita Terkait