post image

Bupati Kampar Sidak RSUD Kampar

Kamparkab-Bupati Kampar H Jefry Noer melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kampar. Tanpa pendamping dan hanya di temani supir beliau langsung memasuki ruang pelayanan umum pasien yang sudah antri berjam-jam di ruang tunggu.

Pada sidak yang dilaksanakan pada Selasa  (30/8), Bupati Kampar menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pasien tentang pelayanan di RSUD Bangkinang. Beberapa orang pasien mengeluhkan lamanya pelayanan di bagian poliklinik.

“Bapak dari jam berapa menunggu ?”tanya Jefry. “Ambo dari jam 8 la tibo pak, tapi olun diimbau lei (saya dari jam 8 sudah menunggu tapi belum dipanggil, red),”ungkap pasien tersebut menjawab pertanyaan Bupati. Kemudian Bupati juga menanyakan dengan seorang ibu separuh baya “ibu dari jam berapa menunggu?”ucap Bupati sambil mendekati ibu tersebut. Bupati juga mendengar jawaban yang sama..

Menyikapi hal tersebut, Bupati memanggil Dirketur RSUD dr Wira Dharma MKM. Bupati mengatakan agar RSUD Bangkinang meningkatkan pelayanan, mendahulukan dulu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, karena sudah tugas perawat, dokter khusus Direktur dalam memberikan pelayanan kesehatan para pasien. ”Jangan ada yang mengabaikan pasien yang sakit karena mereka sangat membutuhkan dan ingin cepat sembuh. Buatlah sistim pelayanan yang cepat,”tegas Jefry.

Pada saat Bupati melakukan sidak kemarin, pasien yang antri cukup banyak. Seperti yang dialami Sumarni (51) dari Desa Laboy Jaya yang mengalami sakit ketika bernapas. Sumarni juga mengharapkan perlunya percepatan pelayanan di RSUD Bangkinang.  Nurkaya (53) dari Kampar yang juga salah satu pasien juga mengatakan hal yang sama.

Menyikapi hal itu, Direktur RSUD Bangkinang dr Wira Dharma mengatakan bahwa bermohon maaf atas pelayanan yang tidak maksimal, karena dari pagi pihaknya melakukan rapat yang dihadiri oleh para dokter yang membicarakan tentang sistim pelayanan bagi pasien yang bertujuan agar pelayanan yang baik, cepat dan lancar. ”Agar tidak mengganggu pelayanan maka dari itu yang diutus rapat hanya satu orang, yang satu dokter lagi melayani pasien”tutur Wira.

Sedangkan dokter ahli saraf di RSUD hanya satu orang tidak dapat mengikuti rapat karena banyaknya pasien.”Kita tidak dapat pungkiri bahwa pasien yang berobat di RSUD saat ini cukup banyak. Jika pada RSUD yang lama hanya mencapai 60 orang satu hari namun di RSUD yang baru ini mencapai 250 orang satu hari dan ini sering terjadi pada hari senin hingga hari Kamis,”tuturnya

Dijelaskannya bahwa sidak Bupati Kampar menjadi motivasi bagi jajaran RSUD Bangkinang untuk lebih meningkatkan kembali system pelayanan di RSUD sehingga masyarakat dapat dilayani tanpa merasa diabaikan.(kamparkab 02)

Berita Terkait