post image

Himpun Asprirasi Desa Eva Kumpulkan Kades

Gema (Kamparkab.go.id),-Sehari sebelum Bhakti Sosial Pemda Kampar bersama TP-PKK dan perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar dalam rangka Hari jadi Kabupaten Kampar ke-65 di Desa Gema Kecamatan Kampar Kiri Hul, pada malam harinya Ketua TP-PKK Hj Eva Yuliana SE didamping Kadis Sosial dan Ketenagakerjaan Kabupaten Kampar Anizur mengumpulkan kades se-kecamatan Kampar Kiri Hulu, hal ini dalam rangka menghimpun aspirasi seluruh Kades guna percepatan pembangunan di setiap desa melalui program 5 pilar pembangunan yang dikerucutkan menjadi 3 zero pembangunan yakni zero kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh dengan melaksanakan berbagai program swamsembada desa bersama desa mandiri pangan dan enegry.
 
Dalam pertemuan tersebut Eva menanyakan tentang 5 pilar pembangunan yang dikerucutkan menjadi 3 zero kepada seluruh Kades sebab sebelum dilaksanakan kades harus faham akan program 5 pilar pembangunan yang dikerucutkan menjadi 3 zero karena kades merupakan ujung tombak dari setiap kebijakan-kebijakan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Kampar dalam rangka mensejahterakan masyarakat desa.
 
“5 pilar program pembangunan Kabupaten Kampar sudah diperdakan, dan ini harus dilaksanakan karena tujuan dari program tersebut adalah untuk kesejahteraan seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Kampar dan ini juga akan kita laksanakan di Kampar Kiri Hulu”tutur Eva.
 
Dijelaskannya bahwa saat ini Kabupaten Kampar tengah melaksanakan program desa swasembada, di antaranya cabe, bawang, telur, daging sapi, daging ayam, serta sayur mayur."Desa harus mampu mencukupi hal tersebut baik itu sayur mayur, cabe, bawang, telur, daging sapi, daging ayam, serta ikan dan tidak boleh mengambil atau membeli dari desa lain sehingga desa tersebut mampu berdiri sendiri"tegasnya
 
Dalam implementasi dilapangan kades harus mampu memberikan sosialisasi dan menerapkan kepada masyarakat agar bersama-sama membangkitkan ekonomi desa untuk kesejahteraan.”untuk itu saya mengumpulkan kades guna menghimpun aspirasi, apa saja yang menjadi kendala di setiap desa sehingga nantinya apa yang kita harapkan bersama dapat kita capai dan menjadikan desa sejahtera yang kita namakan swasembada desa melalui desa mandiri pangan dan energy”ucap Eva
 
Dari dialog tersebut diketahui berbagai kendala yang dihadapi oleh masing-masing desa terutama 8 desa yang berada dipinggir sungai subayang yang memang kurang infrastruktur penghubung seperti jembatan yang merupakan urat nadi masyarakat dan akses ekonomi.
 
Kepala Desa Ludai, Firdaus dalam dialog tersebut dalam menyambut baik swsembada pangan di desanya dan saat ini sudah berjalan diantaranya penanam cabe sebanyak 2000 batang, Jagung 8 ha termasuk padi, labu cina, serta sayur-sayuran namun kendalanya adalah dolomit yang susah didapatkan.
 
“kami sudah melaksanakan swasembada desa, dan hasilnya telah dapat dinikmati oleh warga desa Ludai bahkan mampu kami jual ke daerah sumatera barat, sedangkan untuk telur, daging sapi dan ayam kami masih menunggu bimbingan dan arahan dari kadis secara tehnis”tutur Firdaus
 
Sementara itu kepala desa Pangkalan Serai, Usaman menyampaikan kendala di desa adalah infrastruktur, namun untuk swasembada pangan ini desanya masyarakat sangat mendukung dan siap melaksanakannya walaupun kendala terdapat kendala seperti akses jalan dan jembatan yang belum ada dan meminta agar pembangunannya disegerakan karena hal ini sangat menunjang peningkatan ekonomi desa.
 
Sementara itu kepala desa pangkalan Kapas mewakli 7 (tujuh) desa di darat menyampaikan bahwa komoditas yang telah ada  yaitu cabe rawit. Jagung, cabe, padi adalah komoditas yang siap untuk menyukseskan swasembada desa.
 
“kebanyakan kami menanam cabe rawit karena di sini yang paling di sukai adalah cabe rawit, namun demikian kami juga menanam cabe merah tetapi tidak banyak, begitu juga padi, dan kami menanam dengan sistim tumpang sari padi dan cabe tersebut.
 
Dijelaskan bahwa penanaman cabe tersebut dilakukan secara kelompok yang setiap kelompok diketuai oleh alumni P4S sebab mereka lebih faham dan mengerti tentang pertanian khususnya cabe.
 
Dari seluruh desa yng mengikuti dialog tersebut terhimpun berbagai kendala diantaranya Infrastruktur, Jaringan listrik, tower komunikasi, layanan kesehatan, jembatan semi permanen khususnya di desa kebun tinggi karena ini adalah akses masyarakat serta jalan propinsi muara selaya ke sumbar para kades juga memohon agar diperjuangkan melalui APBD Propinsi Riau.
 
Camat Nuzum Ashalath mengatakan bahwa Kampar Kiri Hulu siap mendukung program-program pembangunan dan kesejahteraan di desa melalui 3 zero kemiskinan yang nantinya akan dilanjutkan dengan desa swamsembada.
 
"Kita telah lakukan swasembada desa terutama cabe dimana ada beberapa desa yang mampu mencukupi desa tersebut bahkan membantu desa lain agar dapat tercukupi kebutihan cabe"tuturnya.
 
Nuzum menjelaskan 8 desa sudah sepakat untuk mendukung swasembada desa sesuai dengan potensi desa masing-masing, namun untuk kebutuhan lainnya seperti danging sapi, daging ayam, telur dan ikan desa masih membutuhkan arahan dan petunjuk dari kadis agar semua dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan sehingga program swasembada desa mampu kita laksanakan di setiap desa di Kampar Kiri Hulu ini.
 
Menanggapi hal tersebut selaku Ketua Tim TP-PKK Kabupaten Kampar dan Anggota DPRD Provinsi Riau Hj Eva Yuliana SE mengatakan besok setelah melaksanakan Bhakti Sosial dan gotong royong dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kampar ke 65 kita akan lakukan peninjauan langsung dilapangan sehingga nantinya kita tahu betul apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
 
“besok pagi kita akan tinjau kelokasi agar kita tahu akan kebutuhan dari masyarakat dan kita akan buat rencana pembangunan skala prioritas bagi masyarakat yang jelas jembatan sebagai penghubung dari desa menuju kecamatan ataupun desa ke desa merupakan hal yang paling penting karena merupakan akses transportasi masyarakat”tutur Eva  (HUMAS KAMPAR/AP)

Berita Terkait