post image

Kasek SD Dilaporkan Anak Kandung Ke Polisi

Bangkinang (kamparkab.go.id) - Seorang Kepala Sekolah (Kasek) Sekolah Dasar (SD) di Naga Beralih Kecamatan Kampar Utara Kabupaten Kampar berinisal Ab (49) dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri ke polisi. Sang Kasek diduga melakukan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap sang istri atau ibu kandung pelapor.
 
Berdasarkan informasi yang diperoleh Riau Pos, Selasa (14/10), perselisihan paham antara Ab dengan istrinya Yendrita (45) terjadi pada Ahad (12/10) sekitar pukul 10.00WIB di rumah orang tua Ab di Desa Simpang Kubu Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Pasca perselisihan paham itu, Yendrita dilarikan ke RSUD Bangkinang oleh keluarganya pada Ahad sore (12/10), dan hingga Selasa (14/10) masih terbaring lemah di ruang rawat bedah   kelas 1.
 
Kejadian bermula, ketika Yendrita datang ke rumah orang tua Ab, dan melihat keberadaan seseorang yang dicurigai sebagai Wanita Idaman Lain (WIL). Yendrita marah dan kecewa sehingga dia berusaha untuk mendekati Ns tetapi kemudian dicegah oleh Ab, sehingga Yendrita terjatuh dan mengalami memar di bagian kepalanya bahkan dikabarkan sempan pingsan.
 
Mendengarkan informasi kejadian itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kampar H Nasrul MPd beserta sejumlah pejabat Dinas P dan K, Selasa (14/10) datang ke RSUD Bangkinang untuk membezuk Yendrita. Atas nama kedinasan, Nasrul menyatakan turut prihatin atas peristiwa yang dialami Yendrita, dan berjanji akan memanggil Ab melalui UPTD P dan K Kampar Utara. "Saya turut prihatin, ibuk jangan banyak fikiran. Fokus saja pada kesehatan terlebih dahulu,"ujarnya.
 
Kepada Riau Pos, Nasrul mengatakan bahwa dari aspek hukum, pihaknya tidak bisa ikut campur, tetapi dari segi kedinasan, akan dilakukan penyelesaian sesuai aturan yang berlaku bagi PNS.
 
Pada kesempatan terpisah, Ab membantah keras melakukan kekerasan terhadap istrinya, dan juga membantah dugaan hubungannya dengan Ns. Keberadaan Ns di rumah orang tua Ab, katanya karena Ns berteman baik dengan adik Ab. Ketika Yendrita datang, Ab memang sedang bersama Ns, tetapi di sana juga ada adik-adik Ab, keponakan dan ibunda Ab. "Jadi tidak benar kami berdua-duaan. Saya tidak ada hubungan spesial dengan dia,"ujarnya.
 
Meski telah dilaporkan oleh anaknya ke polisi, Ab menyatakan siap untuk membicarakan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan, karena menurutnya semua ini masih bisa dibicarakan di intern keluarga. Terlebih lagi, pelapor adalah anak kandungnya sendiri.
 
Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono Sik melalui Kasat Reskrim AKP Herfio Zaky Sik memaparkan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan oleh anak Yendrita yaitu Indra dan tertuang dalam LP/236/X/2014/RIAU/RES KAMPAR, tertanggal 13 Oktober 2014, tentang KDRT. Kepada polisi, pelapor menuturkan bahwa pada Ahad (12/10) sekitar pukul 10.00 wib, Ibu pelapor atau korban yang bernama Yendrita  pergi mengantarkan sambal yang diminta oleh mertuanya, pada saat mengantar sambal tersebut korban melihat suaminya atau terlapor sedang duduk dalam kamar sambil memainkan laptop, dan melihat hal tersebut korbanpun emosi, kemudian terlapor menolak korban sehingga korban terjatuh yang mengakibatkan kepala korban terbentur ke lantai.
 
Kemudian terlapor menyuruh wanita yang bersamanya tersebut untuk keluar, dan atas kejadian tersebut korban mengalami pembengkakan di kepala dan dirawat di RSUD Bangkinang. "Atas kejadian tersebut pelapor melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kampar guna pengusutan lebih lanjut. Menindaklanjuti kejadian itu, polisi melakukan pemeriksaan saksi, dan mengajukan permintaan visum,"ucapnya.(why)

Berita Terkait