post image

PKK Taja Seminar Cara membuat Kelompok PKDRT

Kamparkab - Berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Ester Lianawati bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dilakukan suami terhadap istri di berbagai negara baik itu negara maju maupun negara berkembang terjadi sekitar 20-67 persen dengan berbagai bentuk kekerasan seperti fisik, psikis, seksual dan penelantaran ekonomi.

Begitu dikatakan ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Elis Suryani, saat membuka acara seminar cara membuat Kelompok ‎PKDRT (Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga) yang diikuti oleh 100 peserta yang bersal dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Aula Kantor PKK Kabupaten Kampar, Selasa (4/10) dengan mendatangkan nara sumber dari P2TP2. Provinsi Riau, Ibu Risda Yati.

Ditambahkan Elis, pada umumnya masyarakat beranggapan bahwa lingkungan diluar rumah lebih berbahaya dibandingkan dengan di dalam rumah, anggapan tersebut terbentuk karena kejahatan yang banyak diungkap dan di publikasikan adalah kejahatan yang terjadi diluar rumah, sedangkan rumah dianggap sebagai tempat yang aman bagi anggota keluarga dan orang- orang yang tinggal didalamnya.

" Berinteraksi dengan landasan kasih sayang, saling menghargai dan menghormati, masyarakat tidak menduga bahwa rumah dapat menjadi tempat yang paling mengerikan bagi anggota keluarga, kekerasan apapun bentuk dan derajat keseriusannya ternyata dapat terjadi dalam rumah tangga, orang yang dianggap dapat menjadi tempat berlindung ternyata justru menjadi penyebab mala petaka" jelas Elis.

Dikatakan Elis, bertitik tolak dari hal tersebut diatas, TP-PKK Kabupaten Kampar menempatkan diri sebagai mitra kerja pemerintah melaksanakan pembangunan dimana seluruh upaya yang dilakukan oleh gerakan PKK diarahkan pada terwujudnya kehidupan keluarga yang lebih maju, mandiri, bahagia, sehat dan sejahtera.

Sementara itu ketua Panitia pada kegiatan tersebut, Haswinda S.Ag dalam laporannya mengatakan bahwa melalui kegiatan seminar ini TP-PKK ingin berbuat untuk masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya perempuan dalam menghadapi tantangan global yang berhubungan dengan KDRT‎

"Diharapkan kepada seluruh peserta, dengan mengikuti kegiatan ini, kiranya dapat menyerap ilmu dan mengambil manfaat serta faham dan mengerti, membuat keputusan dan menentukan sikap serta mengambil tindakan pencegahan KDRT jika suatu saat terjadi di masyarakat dan lingkungan sekitarnya" harap Winda.(kamparkab/05)

Berita Terkait