post image

Banjir, Pj Bupati Kampar : Masyarakat Dihimbau Untuk Tetap Tenang

Kamparkab - Menyikapi terjadinya banjir besar dan longsor di Pangkalan Sumatera Barat, masyarakat Kabupaten Kampar yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kampar dihimbau untuk tenang.  Namun, kewaspadaan juga harus tetap dijaga.

Demikian disampaikan oleh Penjabat (Pj) Bupati Kampar H Syahrial Abdi AP MSi melalui Asisten I Setda Kampar Ahmad Yuzar, Sabtu (4/3) di  Posko Siaga Banjir di Lapangan Merdeka Bangkinang Kota.

“Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Meskipun demikian, tentu upaya waspada mesti tetap kita laksanakan. Semoga saja banjir yang dikhawatirkan itu tidak terjadi di Kabupaten Kampar,’’ungkapnya.S

ebelumnya, Pj Bupati meninjau posko untuk memastikan kesiapan pemerintah Kabupaten Kampar dalam penagulangan bencana banjir.  Tampak hadir dalam peninjauan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Propinsi Riau Ahmadsyah Harofie, Kepala Bagian Protokol dan Humas Ardi Mardiansyah, serta Pejabat dan staf BPBD Kampar.

Saat melakukan peninjauan, Pj Bupati  berkesempatan berdialog dan meminta informasi terkini tentang keadaan permukaan air Sungai Kampar, serta mencek langsung kondisi Petugas dan peralatan Posko Induk Penangulangan  Banjir Kampar 2017. Setelah mendapat informasi, Bupati  meminta kepada petugas Posko untuk mengupdate situasi terkini dan melaporkan melalui media social, Karena media ini yang cepat sempai ke masyarakat.

“Saat ini informasi yang harus cepat sampai kemasyarakat, sehingga masyarakat dapat melakukan antisipasi” ujarnya.

Pada update informasi dari pihak PLTA pada pukul 19.00, tadi malam, Pj Bupati Kampar menyampaikan bahwa diketahui turbin beroperasi sebanyak tiga unit dan beban 115MW. Pembukaan pintu spill way PLTA sebanyak 5 pintu masing-masing 1 meter dengan out flow 710,59 meter kubik per detik. Posisi elevasi 82,82Mdpl, out flow turbin 351,08 meter kubik per detik, outflow total 1061,67 meter kubik per detik, sedangkan inflow 1369,24 meter kubik per detik.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim Posko Siaga  Banjir Pemkab Kampar diketahui bahwa banjir melanda empat kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar. Daerah yang terkena banjir tersebut yaitu Kecamatan Gunung Sahilan yang terdiri dari Desa Gunung Sahilan, Desa Sahilan Darussalam, Desa Subarak, Desa Sei Lipai. Kecamatan Kampar Kiri yaitu Desa Muara Setingkai. Kecamatan XIII Koto Kampar yaitu di Desa Balung dan Kecamatan Koto Kampar Hulu yaitu di Desa Tanjung.

Banjir yang terjadi di empat kecamatan itu bukanlah daerah yang terdampak dari dibukanya pintu waduk PLTA Koto Panjang, karena  air yang masuk ke daerah tersebut berasal dari hulu Sungai yang berbeda. Banjir di Desa Tanjung Kecamatan Koto Kampar  Hulu merupakan banjir kiriman langsung dari kawasan Pangkalan Kabupaten 50 Kota, karena daerah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten 50 Kota.

“Banjir terjadi pada Jumat (3/3). Namun air sudah surut, pada Sabtu pagi (4/3), kondisi Sungai Kopu sudah kembali seperti semula,’’ungkap  Tomy, Kades Tanjung Kecamatan Koto Kampar Hulu.(Kamparkab) 

Berita Terkait