post image
Muscab IBI V Kabupaten Kampar

Nukman Hakim: IBI Ujung Tombak Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Kamparkab - Bupati Kabupaten Kampar Jefry Noer yang diwakili oleh Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Setda Kampar Nukman SH mengatakan bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama kepada ibu dan anak. Untuk itu pemerintah telah menempatkan bidan sampai kepelosok desa agar dapat memberikan pelayanan pada masyarakat desa.
 
Hal tersebut dikatakannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) V dan Seminar sehari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kampar di aula kantor Bupati Kampar, Kamis (19/3).
 
Ia menjelaskan, ilmu kebidanan dan anak selalu terdapat perubahan dan kemajuan, untuk itu kepada bidan yang ada di kabupaten jangan pernah puas dengan ilmu yang dimiliki saat ini . "Saya berharap para bidan di Kabupaten Kampar jangan puas dengan pengetahuan yang dimiliki saat ini, terus gali ilmu baik dengan pendidikan formal maupun non formal," tutur Nukman
 
Lebih jauh lagi Nukman menegaskan bahwa bidan yang sudah ditugaskan di desa untuk dapat tinggal di wilayah penugasannya agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Kapan pun masyarakat membutuhkan bidan, kita siap," tegas Nukman.
 
Nukman juga mengatakan hal tersebut karena ini untuk mendukung program 5 (lima) liar pembangunan Bupati Kampar yakni pilar ke 4 (empat), peningkatan pelayanan kesehatan yang juga mencakup peningkatan Sumber Daya Manusia di bidang kesehatan dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
 
"Bupati sudah mengintruksikan kepada Kadis Kesehatan agar membuka seluruh puskesmas di Kabupaten Kampar selama 24 jam karena pelayanan kesehatan sangat dibutuhkan masyarakat tanpa mengenal waktu," ujar Nukman Hakim.
 
Nukman berharap melalui Muscab IBI yang ke V (lima) ini, organisasi IBI semakin matang dan dapat membina anggotanya untuk lebih terampil dibidang kebidanan, ibu dan anak sehingga apa yang diharapkan masyarakat mampu diwujudkan dengan sebaik mungkin.
 
Ketua IBI kab kampar, Susilawati SKM, MPH mengatakan berbagai upaya telah dilaksanakan selama 5 tahun, namun tidak dapat dipungkiri masih banyak tugas dan pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan terutama di bidang pendidikan dalam meningkat SDM bidan yang akan melanjutkan pendidikan yang selama ini belum maksimal dan butuh waktu panjang karena pengetahuan dibidang kebidanan ini terus mengalali perubahan. "Dalam hal ini kita terus memotivasi para bidan untuk selalu menggali potensi profesi dibidang kebidanan baik melalui seminar maupun pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh IBI," tuturnya Susilawati
 
Selain itu lanjut Susilawati IBI Kampar juga selalu memikirkan bagaimana kesejahteraan para Bidan di Kabupaten Kampar dapat meningkat, begitu juga dengan usulan bagaimana agar Bidan dijadikan PNS. "Kami berharap melalui kegiatan-kegiatan yang sudah kita lakukan selama ini IBI Kampar dapat lebih baik lagi dan kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi," harap Susilawat.
 
Ketua IBI Provinsi Riau yang diwakili oleh Darmiati M.Kes dalam sambutannya mengatakan merupakan organisasi profesi yang berjenjang dari pusat ke provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke ranting, begitu juga dengan kebijakan-kebijakan dan rekomendasi yang sudah diatur melalui kongres.
 
"Untuk itu pengurus Kabupaten/Kota diharapkan dapat bekerjasama dan berkoordinasi Pengurus daerah dan dan pengurus pusat IBI," harap Darmiati.
 
"Sebagai organisasi profesi sesuai dengan misi IBI yaitu mengayomi anggota dalam meningkatkan knowledge, skill dan attitude melalui pembinaan, pelatihan dan seminar-seminar dan selalu meng update ilmu pengetahuan bidang kebidanan agar terjaga standarisasi pelayanan kebidanan baik di BPM maupun Rumah Sakit," lanjut Darmiati.
 
Ketua pelaksana Sri Rezeki Amd Kes melaporkan bahwa Muscab ini di ikuti oleh bidan-bidan yang ada di Kabupaten Kampar yang berjumlah lebih kurang 1000 orang, sedangkan yang terdaftar menjadi anggota IBI sebanyak 775 orang.
 
"Jumlah bidan di Kabupaten Kampar lebih kurang 1000 orang sedangkan yang terdaftar sebanyak 775 orang dan yang mengikuti Muscab ini sebanyak 500 orang," kata Sri.
 
Dikatakannya bahwa muscap ini bertemakan penguatan profesia bidan untuk mempersiapkan generasi yang berkualitas, adapun tujuan diadakan Muscab ini adalah untuk menyampaikan informasi tentang perubahan AD dan ART sesuai keputusan Kongres kepada peserta Muscab, mengevaluasi kerja dan kinerja dalam kepengurusan selama 5 (lima) tahun dan memilih kepengurusan baru untuk 5 (lima) tahun kedepan.
 
Selain itu juga melantik pengurus cabang terpilih dan menambah ilmu pengetahuan bidan sehingga dapat meningkatkan peran dan kontribusi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik terhadap masyarakat dan meningkatkan kepedulian dan kecintaan anggota terhadap organisasi IBI dalam meningkatkan citra bidan di masyarakat, pemerintah dan mitra kerja.(Humas Kampar/AP)

Berita Terkait