post image
Peringatan HUT Riau Ke -59

TP PKK dan Dinas P dan K Angkat Budaya Basiacuong

Kamparkab - Terkikisnya budaya Kampar “basiacuong” membuat TP PKK terpanggil untuk mengangkat kembali budaya ini, sebab budaya basaciong saat ini kurang diminati bagi pelajar selaku generasi muda padahal Kampar identik dengan berbagai khas budayanya termasuk basaciong ini. Untuk pelaksanaan perlombaannya diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Kabupaten Kampar selaku dinas yang berkaitan dengan nilai-nilai budaya di Kabupaten Kampar.

Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana SE saat menghadiri dan memberikan sambutan pada teknikal metting lomba Basaciong antar pelajar SLTP dan SLTA se Kabupaten Kampar dalam rangka Hari Jadi Provinsi Riau ke 59 di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Bangkinang Kota. 9/8

“saya berharap kepada anak-anak didik baik itu SLTP dan SLTA mampu memberikan yang terbaik serta budaya basaciong ini dapat angkat kembali sehingga masyarakat mengenal dan memahami akan budaya yang ada di Kabupaten Kampar”ucap Eva

Selain itu juga Anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Kampar ini menegas bahwa setiap kecamatan harus mengirimkan kelompok atau pelajarnya sebab kita memperkenalkan lebih dalam lagi kepada pelajar atau generasi muda untuk mencintai budaya daerah dengan mengikut sertakan mereka dalam perlombaan sehingga budaya ini dapat menjadi ciri khas Kabupaten Kampar.

“setiap kecamatan harus mengirimkan pelajarnya untuk mengikuti lomba basaciong ini karena kita akan mengangkat dan memperkenalkan kembali kepada generasi muda agar mereka tahu dan memahami budaya daerahnya sendiri”.tutur Eva

Ketua KNPI Kabupaten Kampar Rahmad Jevarijuniardo yang turut hadir pada saat itu sangat mendukung penuh kegiatan ini , sebab ini merupakan pembinaan generasi muda untuk mencintai budaya daerah sehingga tidak hilang ditelan zaman.

“untuk itu saya berharap kedepan ninik mamak turut membantu mensosialisasikan basaciong ini kepada generasi muda, khususnya pelajar yang ada di wilayahnya masing-masing karena kita tidak mau budaya yang ada di Kabupaten Kampar ini hilang begitu saja yang disebabkan masuknya budaya-budaya asing yang tidak mendidik dan memberikan kontribusi bagi masa depan pelajar apalagi daerah”.harap Ardo. (kamparkab/02)

Berita Terkait