post image
Gubernur Riau : Segera Temukan Solusi Kekurangan Pasokan Air

Penanaman Padi Serentak Sistem Jajar Legowo Didesa Binuang Kecamatan Bangkinang

Bangkinang - Kita sudah sama-sama melakukan Penanaman padi dengan  menggunakan Handtraktor, dengan demikian Pemerintah meninginkan Penanaman Padi dan Panen Padi dapat dilakukan dengan Cepat, dengan harapan Peroduksi makin meningkat, dengan demikian keutungan dengan penen meningkat dapat dirasakan masyarakat. Masalah yangdihadapi adalah kekurangan ketersedian air untuk mengairi sawah, Diminta kepada Pemerintah Kabupaten kampar melalui Dinas Pertanian untuk segera mencarikan solusi terbaik dan apabila kewenangan Provinsi maka PUPR Provinsi akan turun kelapangan untuk melihat lokasi bendungan Uwai demi mewujudkan Kabupaten Kampar  sebagai Sentra padi dikabupaten Kampar. Hal ini disampaikan Gubernur Riau ketika melakukan Tanaman padi serentak sistem Padi jajar Legowo didesa Binuang Kecamatan Bangkinang, Rabu (12/4).

Arsyadjuliandi Rahman  juga mengungkapkan diprovinsi lain juga mengalami laih fungsi lahan, seperti lahan dijadikan tanaman sawit, pertokoan dan rumah tinggal, diharapaknnya dikabupaten Kampar jangan sampai itu terjadi, pertahankan lahan untuk tetap menanam padi sehingga kabupaten Kampar mewujudkan sebagai sentra tanaman padi diprovinsi Riau, saat ini Provinsi Riau membutuhkan 325 ribu Ton setiap tahunnya dan yang selama ini masih tergantung dari Provinsi lain ucapnya.

Tanaman padi masih sangat menjanjikan, apalagi Penyuluh pertanian Lapangan (PPL) tetap berusaha bagaiman meningkatkan produksi padi dengan memperbaiki sarana prasarana seperti bibit dan peralatan, supaya hasilnya meningkat dan dapat dirasakan manfaatnya oleh Petani penggiat tanaman Padi didesa Binuang ini ungkap Arsyadjuliandi Rahman.

Dalam Sambutannya Penjabat Bupati Kampar Syahrial Abdi mengungkapkan Dikecamatan Bangkinang ini terdapat sawah potesial seluas 1138 Hektar, target tanam 438 Hektar dan realisasinya 40 persen, dalam hal ini ada permasalahan yakni permasalahan kekurangan pasokan air untuk mengairi sawah didesa ini padahal letak desa ini berdekatan dengan sungai Uwai yang kita sebut dengan Empang Uwai atau Bendungan Uwai.

Dalam Hal ini Pemerintah kabupaten Kampar melalui Dinas Pertanian yang berkoordinasi dengan Dinas PUPR melakukan solusi dengan menaikkan air disuatu tempat untuk bisa dialirkan keseluruh sawah, tetapi hal ini juga tidak memadai untuk menjadi solusi utama, maka kita mengambil tindakan untuk merevitalisasi atau mengembelikan fungsi irigasi itu sendiri ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kampar bersama masyarakat dan penggiat Tanaman padi telah berkomitmen dan sepakat untuk mempertahankan daetah ini tetap menjadi sentra tanaman padi dikabupaten Kampar, serta mengindari alih fungsi lahan menjadi tanaman sawit dengan berusaha kembali mencukupi ketersedian air untuk lahan sawah ini ujar Syahrial Abdi.

Diharapakan dengan adanya Penanaman padi serentak sistem Jajar legowo bisa menjadikan kecamatan Bangkinang khususnya Desa Binuang sebagai Sentra Produksi Padi dikabupaten Kampar, apapaun yang menghambat untuk menjadikan sentra padi kita carikan solusi untuk menyelesaikannya. Salah satu yang jadi permasalahan adalah ketersedian air didesa ini artinya selama masa tanam air yang dibutuhkan untuk mengairi Padi tersebut harus tercukupi.

Solusi tercepat yang bisa dilakukan adalah adalah memompa air diempang Uwai untuk dialirkan kelahan padi milik masyarakat, Hal ini telah saya intruksikan melalui Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Kampar untuk segera mengambil langkah tersebut, selain itu langkah yang lainadalah mengembalikan fungsi empang Uwai sesuai fungsinya sebagai salah satu pemasok air untuk mengairi sawah yang ada diKecamatan ini ujar Syahrial Abdi.

Turut hadir dalam kesempatan itu Anggota DPRD Provinsi Riau Masnur, Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri, Anggota DPRD Kampar Aziz Candra dan Komandan Batalyon Infantri 132 Salo Aidil Amin, Ketua KTNA, Kepala Dinas Pertanian, Hendri Dunan, kepala Dinas PUPR Indra Pomi, Camat Bangkinang serta Maasyarakat desa Binuang. (Kamparkab/AK)

Berita Terkait