post image

Eva Yuliana Jefry Bersama Tim Sambangi Korban Banjir Bandang

Kamparkab - Pasca terjadinya banjir bandang yang meluluhlantakkan Desa Dua Sepakat dan Desa Sungai Santi Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Minggu (14/6/2015) pagi lalu membuat warga yang ada di dua desa tersebut terancam kelaparan. Hal ini diakibatkan oleh akses jalan menuju kesana hingga Senin (15/6/2015) masih terputus yang mengakibatkan desa tersebut terisolir dan mengancam pasokan makanan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar, Eva Yuliana Jefry yang datang langsung ke Desa Dua Sepakat, Selasa (16/6/2015) mengantarkan berbagai macam bantuan kebutuhan warga bersama tim dari Dinas Sosial Provinsi Riau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas sosial Kabupaten Kampar, Korpri Kabupaten Kampar, mengatakan sangat prihatin dengan kondisi tersebut dan meminta seluruh keluarga yang ditimpa musibah untuk tetap tabah dan sabar, karena ini semua merupakan ujian dari Allah "Untuk kedepannya kita harus lebih siaga lagi, karena bencana seperti ini bukan pertama kali terjadi, tapi terjadi setiap tahunnya, langkah kedepan adalah bagaimana kita meminimalisir terjadinya banjir bandang ini" kata Eva Banjir bandang di kedua desa telah memutus akses jalan. Ada empat jembatan yang rusak berat di Dusun I dan Dusun II Ngungun di Desa Dua Sepakat dan satu-satunya akses transportasi ke kedua desa hanyalah lewat sungai dengan menggunakan sampan bermesin atau jonson dari Pelabuhan di Desa Gema, membutuhkan waktu Tiga Jam. Akses jalan darat ke kedua desa itu terputus total. Selain kerusakan berat pada 6 jembatan juga banyaknya badan jalan yang tertimbun longsor. Ada 5 titik longsor di badan jalan di kedua desa itu. Banjir bandang akibat hujan deras sejak Jumat (12/6/2015) hingga puncaknya terjadinya banjir bandang pada Minggu (14/6) pagi pukul 02.00 WIB menyebabkan kerugian bagi warga baik yang memiliki lahan karet, hewan ternak ataupun perkebunan lainnya. Sementara itu Camat Kampar Kiri Hulu, Nuzum Azhal mengatakan bahwa kondisi masyarakat pasca banjir cukup memprihatinkan, biasanya kalau memasuki bulan Ramadan ini masyarakat turun ke Gema untuk belanja menghadapi bulan Ramadan. Namun karena masyarakat terkena musibah dan sebagian masih ada yang trauma dan ditambah lagi kesulitan ekonomi dan transportasi masyarakat tak bisa berbelanja kebutuhan bulan puasa ke Gema," katanya.(humas/KB02)
Berita Terkait