post image

Pekan Ketiga TP-PKK Kampar Terus Lakukan Penyuluhan KDRT

Kamparkab - Memasuki minggu ketiga pelaksanaan Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) terus berjalan, dimana pekan ketiga tersebut Penyuluhan KDRT yang ditaja Tim Penggerak-Persatuan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kampar  melakukan penyuluhan di Kantor Camat Kampar Kiri Tengah.
 
Dimana Penyuluhan KDRT seperti biasa dibuka ketua TP-PKK Kampar yang diwakili oleh ketua Pokja I Haswinda,S.Ag, di Aula Kantor Camat, sekaligus penyuluhan KDRT Tim II juga berlangsung di Aula Kantor Camat Siak Hulu senin (5/12).
 
Haswinda menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan Penyuluhan KDRT untuk menjamin terlaksananya kemudahan pelayanan korban dati KRRT, selain menjamin efektifitas  dan efiensi  proses juga srbagai upaya untuk memulihan para korban KDRT. 
 
Hal ini juga memiliki  tujuan terciptanya kerjasama dan koordinasi yang baik bagi pemulihan korban agar kedepan masyarakat tahu tentang KDRT serta penanganan terhadap terjadinya KDRT.
 
Dimana saat ini tindak Kekerasan Dalam Rujuanmah Tangga (KDRT) saat ini cukup berkembang ditengah masyarakat, hal ini terjadi tak lain dari hal faktor ekonomi meningkat maupun menurun. kekerasan akan timbul karena akan terjadi saling menyalahkan.
 
Maka dengan pelaksanaan penyuluhan KDRT tethadap para  Toko Masyarakat, Toko Agama, serta Toko Pemuda, Haswinda berharap untuk bisa mengikuti sebaik mungkin,agar masyarakat dapat memahami pencegahan kekerasan dalam rumah tangga agar terciptanya keluarga yang harmonis.
 
Hal senada juga disampaikan Pety Nurhidayati  SP selaku arasumber dari Pusat Pelayanan Terpadu Pembetdayaan Petempuan dan Anak (P2TP2A) Provinai Riau, bahwa program penyuluhan KDRT sangat duperlukan. Mengingat saat ini tingginya angka KDRT yang terjadi ditengah maayarakat, untuk menghindari hal tersebut didalam sebuah rumah tangga butuh komunikasi yang baik antara suami dan istri, agar terciptanya sebuah rumah tangga yang rukun dan harmonis. 
 
Didalam sebuah rumah tangga apabila tidak ada lagi keharmonisan dan kerukunan baik disebabkan faktor ekonomi maupun penghianatan maka itu juga, bisa menjadi pemicu timbulnya kekerasan dalam rumah tangga. Untuk itu, seharusnya suami istri bisa mengimbangi kebutuhan psikis, dimana kebutuhan itu sangat mempengaruhi keinginan kedua belah pihak yang bertentangan dan seorang suami dan istri harus bisa saling menghargai pendapat masing-masing.(kamparkab 12) 
Berita Terkait