post image

Kecamatan Koto Kampar Hulu Siapkan Lahan untuk RTMPE

Kamparkab - Menyambut program dari Bupati Kampar H Jefry Noer, Pemerintah Kecamatan Koto Kampar Hulu saat ini tengah mempersiapkan lahan untuk rumah tangga mandiri pangan dan energi. Ada tiga desa yang kini telah siap untuk menyediakan lahan percontohan dalam rangka upaya pencapaian tiga zero yakni zero kemiskinan, zero pengangguran dan zero rumah-rumah kumuh.

Camat Koto Kampar Hulu, Ni'am Saleh, SP kepada Kamparkab, Senin (13/4/2015) menyebutkan, sesuai laporan terakhir yang disampaikan kepada Bupati Kampar H Jefry Noer sebagai bentuk tindak lanjut dari rapat kerja sebelumnya, Pemerintah Kecamatan Koto Kampar Hulu telah menetapkan tiga desa untuk membat percontohan rumah tangga mandiri pangan dan energi. Tiga desa ini adalah Desa Bandur Picak, Desa Sibiruang dan Desa Tabing.

"Sebelumnya, kita juga sudah membawa seluruh kepala desa berkunjung ke lahan percontohan rumah tangga mandiri pangan dan energi di Kubang," ujarnya.

Setelah mempersiapkan lahan, selanjutnya pihak pemerintah kecamatan akan menghitung biaya-biaya yang akan ditimbulkan oleh pembatan lahan RTMPE. Diantaranya biaya tanam,  biaya persiapan lahan dan lainnya. "Kita juga akan menentukan kemungkinan-kemungkinan apa saja yang akan menjadi hambatan dan solusi mengatasinya," ulas Ni'am.

Lahan RTMPE di Koto Kampar Hulu dimulai dengan program penanaman tanaman  pangan diantaranya sayur-sayuran, cabe dan bawang.

Lebih lanjut dikatakannya, pihak Pemerintah Kecamatan Koto Kampar Hulu siap mensukseskan program 3 zero melalui RTMPE. "Yang menarik di RTMPE ini adalah penggunaan teknologi-teknologi baru, banyak sekali ilmu yang bisa diterapkan," ulasnya.

Kepada masyarakat Ni'am juga menghimbau agar mau untuk menerapkan pola RTMPE karena pola RTMPE sangat cocok diterapkan di tengah masyarakat Kabupaten Kampar. RTMPE merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi keluarga karena RTMPE bisa membuat sebuah keluarga mandiri, memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan perekonomian keluarga. Di lahan yang hanya seluas 1000 meter persegi, sebuah keluarga bisa mengembangkan beberapa usaha seperti peternakan sapi, peternakan ayam dan ayam petelur, kolam ikan, menanam tanaman pangan. "Dari lahan percontohan yang telah di Kubang saat ini kita bisa melihat bahwa dari peternakan sapi itu telah bisa pula menghasilkan pendapatan lain dari kotoran sapi yang dijadikan pupuk padat dan pupuk cair. Hasilnya luar biasa kalau benar-benar lahan 1000 meter persegi itu dimanfaatkan," beber mantan Sekcam XIII Koto Kampar itu.(ara)


Berita Terkait