post image

Jelajah Bukit Barisan Kenalkan Potensi Wisata Desa Merangin

Kamparkab - Sekitar 500an raider trabas se-Sumatera memeriahkan iven Jelajah Bukit Barisan yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kampar bekerjasama dengan  New Basecamp selalu penyelenggara dan Ikatan Pemuda Pelajar Dusun Lan (IPPDL) Desa  Merangin di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Minggu (23/8/2015).

Melalui iven trabas oleh berbagai komunitas trabas di Sumatera itu pula potensi wisata dari Desa Merangin dikenalkan kepada publik.
Ratusan raider dilepas secara resmi oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kampar Rahmat Jevary Juniardo di depan Kantor PLTA Koto Panjang di Desa Merangin, Kecamatan Kuok.

Raider juga dilepas secara bergantian oleh Sekretaris DPD KNPI Kampar Taufik Syarkawi, Bendahara DPD KNPI Kampar Khairul Azmi, Kepala Desa Merangin Muhammad Kamil dan Ketua Pemuda Merangin. Ratusan masyarakat turut menyaksikan pelepasan di arena star dan finis Jelajah Bukit Barisan 2015.

Rahmat Jevary Juniardo kepada wartawan usai melepas para raider menyebutkan, iven ini dalam rangka mengenalkan  alam Kampar kepada masyarakat luar.

"Karena ini juga gawe  pemuda, pemuda diharapkan  kumpul-kumpul  di sini dan tak pencar kemana-mana, ini bertujuan positif untuk pemuda," ungkap pria yang akrab disapa Ardo itu. Namun Ardo mengingatkan
euforia iven ini jangan dibuat di jalan raya tetapi disalurkan di iven resmi seperti kegiatan trabas seperti ini.


Sementara itu Kepala Desa Merangin Muhammad Kamil didampingi tokoh masyarakat Merangin Faisal Azis mengatakan, Pemerintah Desa Merangin menyambut baik kegiatan ini karena akan sangat membantu mempromosikan potensi wisata di Desa Merangin seperti  Lubang Kolam, air terjun di Lubuk Nginio dan objek wisata alam lainnya seperi kawasan Bukit Tunggang Maniok yang menyimpan potensi batu akik yang kini makin dikenal oleh masyarakat luas.

"Ini akan dijadikan agenda tahunan. Oleh sebab itu kami minta perhatian dari pemerintah daerah untuk membuat  jalan setapak ke Lubuk Nginio dan ke Bukit Tunggang Maniok. Kami minta bantu juga pembangunan sarana prasarana  lainnya seperti  wc, gazebo dan jembatan sebab ke Lubuk Nginio perlu adanya satu jembatan," beber Kamil.

Dikatakan, air terjun  Lubuk Nginio hanya berjarak sekira 7 kilometer dari jalan raya Riau-Sumbar dan ke Bukit Tunggang Maniok hanya berjarak 9 kilometer dari Jalan Riau-Sumbar.

Sementara itu Ketua Panitia Jelajah Bukit Barisan 2015 Ardiansyah didampingi Humas  Zup Candra menyebutkan, raider tidak hanya berasal dari Riau namun berbagai daerah di Sumatera diantaranya dari
dari Langsa Aceh, Medan, Sumbar, Jambi.  Rute yang diikuti raider sepanjang 55 km yang memutar di kawasan Bukit Tunggang Maniok dan Lubuk Nginio dan kembali finish di depan kantor PLTA Koto Panjang.

"Ini jelas akan menunjang prommosi potensi wisata di Merangin. Biasanya potensi batu akik kita  hanya mendengarnya, sekarang kita akan melewati kawasan batu akik tersebut," ungkap Adriansyah.

Iven ini merupakan kerjasama Ikatan Pemuda Pelajar Dusun Lan (IPPDL) Desa  Merangin yang bekerjasama dengan DPD KNPI Kampar dan penyelenggara New Basecamp. "Iven ini besarnya karena komunitas di Bangkinang. Gabungan empat komunitas, Bangkinang Trail adventure community (BTA)," imbuhnya.(ara)

Berita Terkait