post image

Kampar Memiliki Sumber Daya Alam Potensial

Kamparkab- Kabupaten Kampar salah satu daerah di Riau yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang potensial, termasuk minyak dan gas bumi. Potensi tersebut ke depan diharapkan semakin dapat digali untuk menunjang peningkatan kontribusi terhadap pendapatan daerah, negara yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan oleh Pj Bupati Kampar Syahrial Abdi AP MSi yang juga Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau di sela kunjungan Menteri ESDM  Ignasius Jonan di Minas Kabupaten Siak, Sabtu (17/12).

Kabupaten Kampar mempunyai banyak SDA khususnya minyak dan gas bumi, dan ini perlu ditingkatkan dan digali potensinya secara bersama oleh Pemerintah Daerah, Perusahaan-perusahaan. Dengan demikian, berbagai potensi yang dimiliki tersebut diharapkan ke depan dapat memberikan kontribusi kepada daerah dan negara guna kesejahteraan masyarakat. “Di wilayah Kampar banyak sumber daya alam khususnya minyak dan gas bumi. Semoga ini ke depan dapat menunjang peningkatan dalam berkontribusi kepada daerah dan negara untuk kesejahteraan masyarakat,’’ungkapnya.

Sebelumnya, Pj Bupati menyambut kedatangan Menteri ESDM di di Bandara Sutan Syarif Qasim II pada pukul 10.45 WIB, Sabtu (17/12). Menteri dan rombongan transit sejenak di Ruang tunggu Lancang Kuning untuk beristirahat dan langsung terbang menggunakan helikopter guna melihat lokasi sumur minyak di Duri dan Minas Kabupaten Siak melalui udara. Ikut serta dalam menyambut dan mendampingi kunjungan Jonan, Gubernur Riau Arsyad Djuliandi Rahman, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Menteri Jonan mengatakan, kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertamanya di lapangan setelah dilantik menjabat Menteri ESDM RI. Dipilihnya Minas sebagai lokasi kunjngan, lantaran sumur minyak di Riau menyumbangkan lebih kurang 40 persen produksi minyak nasional. “Tadi saya ke duri juga sebelum ke Minas, karena di Minas mewakili lebih kurang 40 persen produksi minyak bumi nasional,’’ ucap Jonan di kantor operasional Blok Minas CPI.

Direktur Utama PT CPI Albert Simanjuntak  menjelaskan bahwa Minas produksi komulatif dari awal produksi sampai saat ini 4,5 miliar barel, jadi ini memang terbesar di Asia Tenggara. Dan sekarang hariannya, 40.000n barel per hari, pernah mencapai puncak 1 juta barel per hari pada tahun 1980-an dan mencapai puncaknya lagi di tahun 2007 dengan produksi 4.5 juta barela per hari.

Jonan juga sempat menyinggung bahwa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 target lifting minyak rata-rata adalah 815.000 barel sehari. Tahun ini targetnya 820.000, dan hal ini sudah ia sampaikan kepada Kepala SKK Migas, untuk membuat minimal 825.000.(kamparkab 013)

Berita Terkait