post image

Penyuluhan KDRT, Kegiatan Yang Tepat Untuk Masyarakat

Kamparkab - Kegiatan Penyuluhan Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) yang ditaja oleh Tim Penggerak-Persatuan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Kampar, terus dilakukan disetiap Kecamatan. Minggu kedua Penyuluhan masih tetap berjalan, Penyuluhan KDRT yang dilaksanakan di Kecamatan Perhentian Raja sangat di Apresiasi oleh Camat dan warga setempat.
 
Apresiasi tersebut disampaikan Camat Perhentian Raja Martius dalam arahannya pada acara Penyuluhan Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Aula Kantor Camat Perhentian Raja senin (28/11).
 
Martius menyampaikan memang hal KDRT banyak terjadi ditengah maayarakat, hanya saja kerjadian ini ditutupi oleh para isteri dan anak karena takut nantinya akan ditinggalkan para suami atau ayanhya tersebut. Akan tetapi hal ini mesti kita atasi secara perlahan, makanya penyuluhun ini sangat tepat dilaksanakan ditengah masyarakat.
 
Kita mesti tau bahwa banyak dampak buruk akibat terjadinya KDRT seperti perasaan rendah diri, malu dan pasif, gangguan kesehatan mental, mengalami sakit serius, cacat permanen, serta angguan kesehatan seksual. Sementara  dampak pada anak bisa  mengembangkan prilaku agresif dan pendendam, ketakutan, gangguan kesehatan, serta cacat mental.
 
Dengan dampak yang sangat buruk tersrbut sekali lagi Martius mendukung penyuluhan PKDRT tetus dilaksanakan disetiap Desa, karena dipedesaan juga banyak terjadi KDRT khususnya diwulayah Kecamatan Perhentian Raja. Sementara itu, dalam waktu yang sama dan tempat yang berbeda TP-PKK Kabupaten Kampar juga melakukan Penyuluhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) di Kantor Camat Kampar Kiri Hilir.
 
Sementara itu Syamsul Bahri selaku narasumber menjelaskan bahwa satu bentuk kejahatan itu adalah kekerasan terhadap sesama manusia, dimana kekerasan merupakan suatu konsep yang makna dan isinya sangat tergantung pada masyarakat sendiri. Selain faktor kekuatan, kekerasan juga muncul karena adanya kekuasaan yang diabsahkan secara hukum dalam pengertian yang luas. Kekerasan bisa terjadi dalam berbagai bidang, baik politik, ekonomi, social budaya dan pemikiran agama.
 
Lebih jauh lagi kekerasan itu telah memasuki ruang lingkup yang paling kecil dan eksklusif yaitu keluarga. Di dalam keluarga, kekerasan terhadap perempuan bisa terjadi antara anggota keluarga dan itu merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang harus diharuskan. (kamparkab/12) 
Berita Terkait