post image

Kakankemenag : MTQ wadah ‘Membumikan Alqur’an

Kamparkab – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar H. Fairuz mengatakan, dengan dilaksanakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan sebagai wadah ‘membumikan’ Alqur’an.

“Selama MTQ ini nantinya berlangsung ayat-ayat Alqur’an akan terus dikumandangkan di berbagai lokasi pelaksanaan MTQ, maka dengan sendirinya masyarakat maupun pengunjung akan mendengarkan isi dan kandungan Alqur’an tersebut,”katanya pada saat memberikan sambutan pada acara pembukaan MTQ Tingkat Kabupaten Kampar yang ke 47 yang dilaksanakan di Lapangan Panca Kecamatan Salo, Selasa (24/5) malam.

Menurut dia, MTQ juga memberikan pesan untuk menjadikan Alqur’an sebagai pedoman hidup yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Rasulullah pun juga bersabda dalam sebuah hadistnya‘jadilah kamu menjadi orang yang mengajarkan isi kandungan alquran, kalau tidak mampu jadilah orang yang belajar alquran, kalaupun ini tidak mampu, maka jadilah orang yang mau mengingatkan alquran, dan janganlah kamu menjadi orang yang enggan mengajarkan, dan tidak mau belajar, tidak mau mendengarkan, orang yang seperti ini adalah orang yang dekat dengan siksaan neraka’

“Isi kandungan Alqur’an tidak cukup hanya dengan membaca tapi juga diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,”katanya.

Fairuz menambahkan, dengan diadakannya MTQ ini, semakin menegaskan bahwa kabupaten Kampar adalah Negeri yang dibangun diatas pilar akhlak dan moral, masyarakat yang taat pada ajaran agama dan menjadikan agama sebagai landasan dalam setiap sisi kehidupan baik itu pribadi, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

Pembangunan akhlak dan moral juga sangat identik dengan pembangunan dibidang agama, dan di pembangunan dibidang agama tidak hanya dari segi pembangunan dari sarana dan prasarananya saja, melainkan juga mengacu kepada upaya dalam meningkatkan penghayatan dan pengamalan dibidang agama agar terwujud sistem beragama yang lebih berkualitas, dengan MTQ merupakan suatu usaha untuk meningkatkan pemahaman dan peningkatan Alqur’an itu sebagai ajaran islam.

Lebih lanjut, Fairuz juga juga sangat mengapresiasi program dari Pemerintah Daerah dalam mengaplikasikan Alqur’an seperti memberdayaan program magrib mengaji di Kabupaten Kampar, kegiatan MTQ ini sangat sejalan dengan perda magrib mengaji yang ada sekarang.

Sebagai acuan saja, ia mengatakan, sebelum ada perda magrib mengaji dikeluarkan tercatat ada sekitar 200 taman pengajian Alqur’an/LPTQ yang ada di Kabupaten Kampar, sekarang ini setelah perda magrib mengaji dikeluarkan atau disahkan, di kantor kementerian agama sudah terdaftar yang mendapat izin operasional sebanyak 661 taman pengajian Alqur’an/LPTQ yang tersebar diseluruh kecamatan yang berada di Kabupaten Kampar dengan jumlah guru 2034 orang dengan siswa sudah mencapai 33.055 orang. (KamparKab/007)

Berita Terkait