post image

Biourine Kampar Terbukti Tingkatkan Hasil Pertanian

Kamparkab - Sudah tiga kali di uji coba menggunakan pupuk biourine Kampar dan hasilnya alhamdulillah, bawang Kampar mampu bersaing dengan daerah lain termasuk bawang Brebes yang dahulunya terkenal.

Berdasarkan penelitian balai benih tanaman pangan, hasil bawang Kampar menempati urutan nomor tiga terkenal saat ini, hal ini karena memakai pupuk sendiri yaitu biourine Kampar, tak hanya itu untuk tanaman bawang Kampar ini mampu memberi hasil tiap 52 hari sudah dapat panen, kata Jefry.

Hal itu dikatakan Bupati Kampar H.Jefry Noer, ketika memberi arahan pada para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mulai eselon II dan III di tiap SKPD di Lahan perkebunan bawang Kubang Jaya Siak hulu, selasa (28/7), yang tujuannya agar para eselon mempunyai usaha sesuai SKPD masing-masing.

Terlihat Lalat dan hewan kecil yang menempel di tanah dan rumput sekitar, Jefry menjelaskan itu merupakan Hama, karena itu semua hama harus disingkirkan terlebih kalau mau mulai menanam dan  unsur hara dan PH tanah harus jadi perhatian utama,ujar Jefry.

Ditambahkan Jefry Noer, hasil tanaman bawang yang Kecil karena kurang perawatan diantaranya karena banyaknya gulma dalam tanah, untuk itu perlunya perawatan ekstra tanah, gunanya untuk menaikkan PH tanah agar cocok untuk jenis tanaman bawang.

Sejauh ini, pupuk biourine telah terbukti menaikkan PH tanah dan penetralisir, karena itu dengan adanya pupuk hasil produksi sendiri dan harganya terjangkau Kampar mampu mensejahterakan para petani karena soal pupuk kan sangat penting dalam meningkatkan hasil pertanian.

Disisi lain Jefry mengatakan, yang lebih penting lagi upaya menggerakkkan para eselon di tiap SKPD harus mempunyai lahan usaha pertanian atau bisa juga bagi yang berminat di dunia peternakan dengan usaha peternakannya maupun perikanannya disamping sebagai penambah penghasilan sekaligus sebagai percontohan oleh dinas bersangkutan untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa upaya ini sudah dilaksanakan dengan hasil yang menjanjikan.

Jefry melanjutkan, dengan menggunakan pupuk "biourine" hasil produksi sendiri, Insyaallah akan mampu meningkatkan ekonomi keluarga termasuk ekonomi masyarakat karena para pimpinan eselon bukan sebagai pekerjanya tetapi sebagai pemilik usaha dengan mempekerjakan minimal dua sampai tiga orang sekaligus untuk motivasi bagi masyarakat untuk mengikuti langkah usaha ini.

Selain bidang pertanian mampu menghasilkan sumber tambahan ekonomi, pada bidang peternakan juga punya peran penting karena pupuk biourine yang di gunakan untuk pertanian di hasilkan dari kotoran ternak sapi yang sudah diolah dengan berbagai campuran.

Karena itu kata Jefry dengan menerapkan pola usaha Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi  (RTMPE) di lingkungan, Insyaallah akan mampu meningkatkan ekonomi keluarga termasuk ekonomi masyarakat sebagai pekerjanya dan motivasi bagi masyarakat untuk mengikutinya langkah usaha ini dan hal ini dilakukan oleh SKPD masing-masing.
 
Di RTMPE ada usaha peternakan sapi yang mampu menghasilkan pupuk biourine dan biogas sebagai sumber energy listrik, ada ternak ayam yang dapat menghasilkan telor, ada juga pertanian dan perikanannya, Insyaallah akan mampu meningkatkan ekonomi keluarga termasuk ekonomi masyarakat pekerjanya, sekaligus motivasi bagi masyarakat untuk mengikutinya langkah usaha ini.

Dari peternakan mampu memberi hasil tambahan ekonomi, perikanan maupun pertanian dengan menerapkan pola usaha RTMPE oleh SKPD masing-masing, akan dapat mewujudkan Kampar ke depan yang terlepas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuhnya, kata Bupati untuk itu, kita sebagai "leading" sektor mulai dari Kadis, Kabid, Kabag atau mulai eselon II dan III di tiap SKPD, harus memulai dengan contoh bagi masyarakat,kata Bupati.(Humas Kampar/Farhan)

Berita Terkait