post image

Bupati Keluhkan Lambannya Penyediaan Seragam Sekolah

Kamparkab-  Selama ini saya telah puluhan kali menerima pesan pendek dari orang tua murid yang mengeluhkan keterlambatan penerimaan pakaian seragam sekolah, wali murid telah membayarnya ke sekolah, padahal baju seragam sekolah tersedia apabila koperasi sekolah menyetorkan kepada pengelola baju sekolah seragam. Jangan pernah menahan uang pembelian seragam sekolah dari orang tua murid, itu sama saja dengan kepala sekolah tidak mendukung program Pemerintah Kabupaten Kampar. Demikian dikatakan Bupati Kampar H Jefry Noer ketika menerima kunjungan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Tapung dan Seluruh Kepala Sekolah Tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Atas di Pusat Pelatihan PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Bina Insan Mandiri Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Selasa (30/8).

Kepala Sekolah harus mengerti dan paham akan program Pemerintah, yang tidak mendukung atau tidak memahami program Pemerintah diganti saja. Saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar telah memprogramkan Seragam sekolah termurah, diharapkan Kepala Sekolah mampu mengajak wali murid untuk membeli pakaian seragam sekolah di sekolah, karena selain murah dari pada beli diluar, mutunya sangat baik, jauh melebihi mutu  pakaian yang dijual diluar.

Saat ini banyak Kepala Sekolah yang tidak mendukung program Pemerintah, tandanya Kepala Sekolah telah memungut uang pakaian seragam kepada orang tua murid, tetapi tidak menyetorkan kepada Koperasi UPTD Sekolah, bagaimana baju yang dibuat oleh peserta pelatihan yang berasal dari masyarakat miskin bisa dibuat jika belum disetorkan kepada Koperasi ujar Jefry Noer.

Jefry Noer juga merinci khusus pakaian Anak SD kalau pakaian seragam sekolah berjumlah empat stel setengah dibeli diluar bisa mencapai satu juta lebih, maka disekolah wali murid hanya membayar 550 ribu rupiah, sekolah dapat menjual 650 ribu rupiah saja, hal ini jelas telah meringankan beban wali Murid, jangan harga pakaian itu dinaikkan lagi, jelas ini tidak mendukung program Pemerintah Daerah tegasnya.

Jefry Noer juga mengatakan wali murid telah membayar dan sampai sekarang belum diterima, jangan menahan uang pembelian baju seragam, segera belikan kepada Koperasi, dan segera serahkan ke orang tua murid  jangan ditunda lagi pintanya.

Ditambahkan Jefry Noer Peserta pelatihan ini adalah anak-anak kita disetiap desa, ada yang berumur 18 tahun dan ada yang sudah berkeluarga, sengaja kepala sekolah dibawa ke pusat pelatihan ini agar kepala sekolah mengetahui ini sebenarnya program Pemerintah Daerah, yang sudah kita latih dan tamat sebanyak 1890 orang yang tersebar di enam Kecamatan, dan merupakan Kecamatan yang terdekat saja dengan Desa Kubang, dan nanti kita akan buat disetiap Kecamatan, peserta ini tidak diinapkan, diberikan transportasi, makan sekali dan makanan kecil imbuhnya.

Dengan dilatih jahit menjahit perempuan yang putus sekolah atau pengangguran dapat memiliki penghasilan sendiri, dan dapat membantu perekonomian keluarganya, hal ini juga berakibat meningkatkannya kesejahteraan kaum wanita dikabupaten Kampar, Pungkas Jefry Noer.

Sementara itu Kepala UPTD Kecamatan Tapung Aidil menyampaikan bahwa kepala sekolah yang belum memahami dan mengerti program Pemerintah Daerah saat akan diberikan pembinaan dan sangsi yang tegas apabila tidak juga mengikuti program pemerintah ujarnya.

Dengan berkunjung ke pusat pelatihan jahit menjahit ini Kepala sekolah dapat melihat langsung dan terketuk hatinya untuk tidak bersikap zalim terhadap wali murid, karena dengan ikut menyaksikan proses pelatihan jahit menjahit ini, Kepala sekolah mengetahui siapa yang membuat seragam anak sekolah kita, dan Kepala sekolah sesampainya di sekolah mampu membuat yang terbaik untuk wali murid pungkas Aidil. (kamparkab/08)

Berita Terkait