post image

Peserta Diklat Belajar RTMPE Langsung Bupati

Kamparkab - Pagi yang cerah bagi peserta pendidikan dan latihan (diklat) Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) angkatan II dan III tahun 2016 jurusan peternakan karena pagi itu, minggu (24/7)  yang jadi instruktur lapangan bagi peserta diklat langsung Bupati Kampar Jefry Noer.

Bupati membawa peserta kelokasi lapangan di lahan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang bersebelahan dengan areal belajar materi diklat  peserta.

Dilahan RTMPE dijabarkan Bupati mulai dari lokasi ternak sapi mampu menghasilkan biourine dan biogas, yang dapat dijual dan untuk konsumsi sendiri seperti biogasnya maupun biourine yang dari komoditi itu saja mampu memberi hasil sampai puluhan juta, ditambah lagi dari ternak ayam, ternak ikan kerambah dan pertaniannya.

Sampai dilokasi saung tempat rehat bagi peserta, Bupati mengatakan silahkan istirahat sejenak sambil menunggu akan saya masakkan mie instant,katanya.

Dengan heran dan penuh takjub terlihat diwajah peserta yang sayup terdengar berkata ini mie Instant istimewa bagi peserta diklat,ujarnya.Karena seorang Bupati langsung memandu dan sekaligus instruktur bagi peserta kemudian memasakkan mie instant bagi peserta.

Bupati menjelaskan, akan saya masakkan mie instan dari kompor gas yang bahan bakarnya dari kotoran sapi, ini untuk mempèrlihatkan dan contoh bagi kalian, katanya.

Suatu bukti nyata bagi kalian bahwa dari kotoran sapi mampu jadi potensi dan memberi hasil uang yang banyak. Jadikan motivasi nanti sepulang ke rumah dan segera manfaatkan dan berdayakan lahan yang ada untuk keperluan rumah tangga juga untuk menghasilkan uang,kata Bupati.

Mulailah dari yang terjangkau seperti ternak ayam atau pertanian dulu, kalau memang kemampuan kita hanya itu karena kalau langsung mau ternak sapi tentu modalnya agak besar, sambil menunggu dapat modal pinjaman melalui kredit usaha atau lainnya, mulai lah dari yang kita mampu dahulu.

Dengan semangat, peserta dari jurusan peternakan mengambil mie instant yang sudah siap dimasak Bupati ini dan dibagikan ke peserta satu persatu kemudian makan bersama Bupati.

Sambil menikmati mie instant, Bupati bercerita banyak, kalau mau kerja semua bermanfaat karena di lahan 6 kali 6 saja dapat kita pelihara 100 ekor ayam yang sekarang telur ayamnya sudah dapat kita panen untuk masak mie instant, katanya sambil berseloroh “mie instanya bau kotoron sapi ndak ?” yang dijawab serentak peserta dengan tidak.

Dilahan RTMPE semua ada, mau telur ayam ada, ikan ada, mau daging ayam dan sayuran juga cabai dan bawang untuk keperluan dapur juga ada, tinggal minyak sayur dan garam yang kita beli dan mie siap saji pun siap,ungkap Bupati.

Selanjutnya Bupati mengatakan, selamat bekerja dan belajar dengan serius, karena kalian sudah lihat bagaimana dahsyatnya RTMPE denganbiogas kotoran sapi yang sangat bermanfaat buat memenuhi kebutuhan memasak dan peneranganrumah tangga begitu juga dari urinenya yang dapat dijual dan mampu menghasilkan uang banyak, untuk itu semua tinggal kita, mau maju atau tidak.

Tetapi kalau "tulang rusuk kalian panjang" istilah orang pemalas yang sering diungkapkan Bupati,maka kemiskinan tetap melanda hidup kalian,tetapi dengan semangat dan mau kerja keras., insyaallah dalam waktu dekat sudah dapat memberi penghasilan dan memajukan ekonomi,ungkap Bupati.

Usai memberi arahan dan bimbingan peserta langsung kembali ke tempat belajar untuk melanjutkan materi diklat, dan ketika itu masyarakat  dari organisasi MuhammadiyahKecamatan Tambang 1 bersama ketua pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kampar dan rombongan juga berkunjung ke RTMPE langsung disambut Bupati.

Dilokasi saung RTMPE itu, Bupati juga memasakkan mie instant untuk tamunya sambil menerangkan kalau sumber api kompor gas untuk memasak mie instan ini dihasilkan dari kotoran ternak sapi yang sudah diolah hingga menjadi biogas.

Sambil menyantap mie instan bersama, Bupati menerangkan selain biogas banyak lagi yang dapat diolah dilahan RTMPE dijabarkan Bupati kepada rombongan, seperti prospek berikut penghasilan dari mengelola lahan di RTMPE yang 1000 meter hingga mampu menghasilkan uang sampai puluhan juta.

Sementara pimpinan muhammadiyah tambang 1 Amaruddin menjelaskan program RTMPE Bupati sangatlah positif, apa yang dibuat Bupati di lahan RTMPE sangatlah bagus, tinggal lagi kita masyarakat Kampar mau atau tidak menjalankan program ini, karena upaya Bupati ini nyata dan real serta mampu dilaksanakan masyarakat.

Upaya yang sangat bagus untuk mengantarkan masyarakat Kampar agar terlepas dari kemiskinan, karena kami lihat sendiri untuk beternak ayam saja hanya di lahan 6 X 6 sudah cukup, begitu juga ternak sapi dan lainya, tinggal masyarakat Kampar untuk melaksanakannya.

Hal senada disampaikan ketua MuhammadiyahKabupaten Kampar Syamsir, tidak ada yang kurang dari apa yang dibuat Bupati katanya takjub, karena semua sudah ada disini dilahan RTMPE.

Untuk itu harapan saya agar masyarakat mau memanfaatkan dan melaksanakan program RTMPE untuk kemajuan ekonomi sendiri, apalagi ditambah dengan dibantu untuk pinjaman modal usaha,katanya.(Kamparkab/003)

Berita Terkait