post image

Jelajah Delapan Provinsi, Kepala BPS: Kampar Beri Kail, Pemda Lain Beri Ikan

Kamparkab - Kepala Kantor Wilayah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau Mawardi Arsyad mengaku telah menjelajahi delapan wilayah provinsi di tanah air, namun bari Pemda Kabupaten Kampar, Riau yang menurutnya tepat dalam menjalankan program kerakyatan.

"Di Kampar, masyarakat diberikan kail, sementara sebanyak delapan pemerintah provinsi lainnya lebih memilih memberikan ikan," kata Mawardi saat berkunjung ke kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata, Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Senin (25/5).

Memberikan kail kepada masyarakat menurut Mawardi lebih tepat, karena ada usaha untuk mendapatkan ikan, kemudian belajar untuk memandirikan perekonomian keluarga dengan membangun tambak serta kolam. Sementara pemberian ikan adalah hal yang kurang tepat, karena membuat masyarakat menjadi manja dan bahkan berpotensi ketrgantungan.
 
Mawardi mengunjungi kawasan P4S Karya Nyata setelah sebelumnya menghadiri acara sosialisasi Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015 Kabupaten Kampar di Hotel Tiga Dara, Kecamatan Siak Hulu.

"Sudah delapan provinsi yang saya datangi, di sinilah Bupati yang begitu peduli dengan masyarakatnya. Saya berharap, apa yang dicita-citakan oleh Pak Bupati bisa terwujud dan Baroqah," kata Mawardi.

Harapan yang dimaksud adalah, mewujudkan Kampar yang bebas dari masalah kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh.
 
Pada kesempatan sama, juag hadir Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ahmad Fikri. Keduanya diajak Bupati Jefry Noer mengunjungi sejumlah lokasi pelatihan, mulai dari menjahit oleh ratusan ibu rumah tangga dan perempuan putus sekolah, hingga pelatihan Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

Untuk peserta P4S, Jefry mengatakan para peserta ikut pelatihan selama dua pekan, sedangkan untuk jahit menjahit mereka dilatih selama 24 hari dan diharapkan telah mampu memproduksi baju sekolah untuk dipasarkan di dalam daerah.
 
"Kemudian, sekarang juga ada program terbarukan, yakni RTMPE yang merupakan program teranyar sekarang. Kami sekarang sedang gencar-gencarnya membuat penghasilan masyarakat bisa di atas Rp10 juta per bulan. Sebab semuanya sudah ada dilahan seribu meter persegi itu," katanya.
 
Jefry mengatakan, Program RTMPE sangat bermanfaat bagi masyarakat, sebab apabila masyarakat sudah menjalankan, maka nantinya cuma membeli minyak, sabun, garam dan gula saja, karena dalam RTMPE ini apa yang diinginkan masyarakat untuk di konsumsi sudah tersedia.

"Mau masak ikan sudah ada, ayam sudah ada, bahkan uang jutaan rupiah perbulan pun akan di dapat," katanya. (Humas Kampar/Mhi)
 

Berita Terkait