post image

Komisi B DPRD Riau Jaring Aspirasi Pembangunan di Kampar

Siak Hulu(Kamparkab.go.id),- Komisi B Propinsi Riau berkunjung ke Pusat Pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S), Pelatihan Menjahit bagi kaum perempuan menganggur, Perikanan dan peternakan Kabupaten Kampar dalam rangka Kunjungan kerja (Kunker) dan untuk melihat langsung program pembangunan berjalan dan menampung aspirasi pembangunan Kabupaten Kampar.

Dijelaskan Pimpinan rombongan wakil Ketua DPRD Riau Manahara Manurung, Kunker Komisi B ke Kabupaten Kampar bersama Anggota DPRD Propinsi Riau dari komisi B dalam upaya menjaring aspirasi dan usulan pembangunan dari  Kabupaten terkait bidang kerja Komisi B.

Begitu juga Ketua komisi B DPRD Provinsi Riau H.Marwan Yohanis,S.sos menjelaskan bahwa selain beramah tamah dengan Bupati Kampar juga ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang kebutuhan Kampar akan pembangunan khususnya peningkatan bidang-bidang yang terkait pada komisi B.

Ketika sesi tanya jawab berbagai usulan dan masukan disampaikan Dewan diantaranya Samsurizal Rohul mengatakan dengan tersenyum terus selama Bupati menerangkan soal pembangunan Kampar, karena apa yang disampaikan Bupati ada dalam benak saya dan sejalan dengan pemikiran,ujarnya.

Kemudian dikatakanya, bangga dengan pengetahuan Bupati yang menerengkan dengan rinci soal dunia pertanian, perikanan, peluang usaha dari menjahit untuk memenuhi kebutuhan baju anak sekolah di kampar.

Ditambahkan Samsurizal, masalah pemanfaatan dunia usaha seperti kepemilikan alat bantu dunia usaha di setiap desa yang mungkin belum ada, karena itu perlunya sinergisitas dengan Dinas terkait dalam membangun Desa bersama Dinas termasuk soal Koperasi yang sekarang sedang digalakkan, menyangkut tenaga kerja, pengurus dan kinerja koperasi.

Menanggapi masukan itu, Jefry menjelaskan di Kampar sudah dijalankan koperasi dengan kerja sama pihak perbankan yaitu melalui bank Bukopin dengan pembekalan ilmu, tenaga kerja koperasi, dan pola kerjasamanya bagi untung, begitu juga masalah alat bantu dunia usah di desa dengan menurunkan Dinas terkait.

Karena itu bagi kepala Dinas harus banyak turun ke lapangan agar memahami apa persoalan terjadi di daerah dan kebutuhan di desa yang dijalankan program Dinasnya untuk segera di tindak lanjuti.

Lain halnya Makmun Solihin, mengatakan Sudah beberapa kali keliling daerah dan banyak terdapat ratusan hektar lahan tidur yang dimanfaatkan petani bertanam tanaman Cabai, bawang dan banyak lagi namun banyak yang gagal panen, belum lagi soal kepemilikan lahan tersangkut sengketa kepemilikannya.

Ketika ditanya pada masyarakat menyangkut bantuan, kebanyakan masyarakat menjelaskan dari bantuan Pemda Kampar melalui Dinas bukan dari Propinsi, menyangkut persoalan itu dirinya menanyakan solusi dari pemda.

Jefry yang spontan ketika ada pertanyaan dari dewan itu, menjelaskan soal tanaman gagal panen kebanyakan petani tidak ikut pelatihan di P4S karena itu jangan coba-coba bertanam apapun kalau tidak memiliki ilmunya karena itu terjadi gagal panen, begitu juga Soal sengketa lahan yang kebanyakan terjadi dengan perusahaan, dicari solusi terbaik bagi kedua pihak.

H.Jamis pasaribu menyampaikan di wilayahnya kabupaten Inhil, umumnya memiliki lahan gambut dibanding Kampar lahan cukup bagus karena itu cocok bagi pertanian, begitu juga dengan program pelatihan menjahit sangat mendukung dan cocok bagi kaum perempuan,katanya.

Jefry menjelaskan tergantung pengelola lahan karena di Kampar sebetulnya juga kebanyakan lahan gambut tetapi dengan bekal ilmu tanah dapat di olah kalau Ph tanah rendah dapat di naikkan dangan pengapuran, dolomit dan lainnya setelah unsur tanah bagus baru siap tanam, terang Jefry.

Firdaus asal Rokan Hilir menanyakan untuk motifasi di Kampungnya adalah mencontoh program perekonomian di Kampar karena tidak memanjakan masyarakat tetapi lebih kepada ilmu dan pola pikir masyarakat untuk dapat maju.

Sementara Hj.Eva Yuliana yang juga Ketua PKK dan Istri Bupati Kampar, menyampaikan masukan bagi komisi B, apa yang disampaikan Bupati dapat di perjuangkan bersama dalam pembahasan di dewan dan juga bersama Dinas terkait tentunya,kata Eva.

Kepada komisi B, untuk tindak lanjut terhadap usulan daerah di bahas dahulu di komisi B kemudian setelah itu baru pembahasan bersama Dinas terkait agar bersama di perjuangkan.
 
Usai tanya jawab Jefry menyampaikan, besar harapan dan perjuangan Komisi B dalam membangun Kampar, untuk dapat memperjuangkan usulan pembangunan yang telah di sampaikan ke Komisi B agar dapat terealisasi karena itu perjuangan melalui Komisi B di dewan sangat diharapkan dan kepada Dinas, Jefry berpesan harus sinergi dan proaktif kepada dewan propinsi dalam penyampaian usulan pembangunan di Dinas sehingga terealisasi.(HK/kf)

Berita Terkait