post image
Jefry: Paling Lambat 5 Maret

Lahan Percontohan Kemandirian Pangan Kampar Capai 80 Persen

Kamparkab - Kesiapan lahan percontohan untuk Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi di Pusat Pelatihan Petanian Pedesaan Swadaya Masyarakat (P4S) Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau telah mencapai 80 persen. Bupati Jefry Noer memberi tenggang waktu program itu telah tuntas pada 5 Maret 2015.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura Kabupaten Kampar Hendri Dunan, Jumat (20/2) menjelaskan, bahwa untuk membangun kawasan mandiri pangan dan energi dapat dilakukan di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.
 
Kata Dunan, di atas lahan tersebut dapat dipelihara empat ekor sapi bila sapinya merupakan sapi Brahmana, namun bila yang dipelihara sapi Bali maka jumlahnya bias enam ekor. Kemudian, dibangun pula lokasi untuk  pemeliharaan ayam petelor dengan hasil lebih kurang 50 butir telor per hari ujarnya.
 
Hendri Dunan menambahkan, dari sapi yang dipelihara tersebut akan menghasilkan lebih kurang 40 liter urine dimana harganya bisa mencapai Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per liternya, yang dapat digunakan untuk pupuk perkebunan berkualitas tinggi. Untuk kotoran padat juga demikian.
"Di lokasi ini juga akan dibangun saung untuk berkumpul, di samping itu tanaman sayuran dan bawang juga terus dipersiapkan," ujarnya.     
 
Dari  hasil kotoran sapi saja, lanjut dia, satu keluarga sudah bisa menambah penghasilan keluarga, belum lagi dari hasil-hasil lainnya seperti bawang, cabai dan sayuran, tentunya ini tidak dapat dikerjakan oleh keluarga itu sendiri, tapi mengambil tenaga kerja sekurang-kurangnya 3 orang.

Hendri Dunan menambahkan bahwa Bupati Kampar Jefry Noer sering mengatakan kepada pihak yang terlibat langsung pada pilot project ini; "Inilah tujuan kita untuk mengembangkan Rumah Tanggga Mandiri tersebut sehingga dapat mengurangi pengangguran dengan merekrut tenaga kerja dari keluraga itu sendiri maupun dari luar".
 
Disisi lain Kadis Pertanian mengungkapkan bahwa banyak hal yang dapat dilakukan pada lahan seluas 1.000 hingga 1.500 meter persegi. Di antaranya pada lahan ukuran 1.000 meter akan tersedia tanaman bawang, cabai merah, jahe, kunyit, serai, di samping juga ada kandang sapi dan kandangaya ayam petelor.  

"Sapi ini akan menghasilkan biogas yang berasal dari kotoran sapi yang telah diproses. Selain itu juga kencing sapi juga bermanfaat bagi pupuk. Pada saat ini kami sedang melakukan persiapanlahan untuk bawang, lahan yang akan ditanam di kapur dulu untuk manaikkan PHnya sehingga cocok untuk tanaman bawang," kata dia.
 
Pada pengembangan lahan untuk mandiri pangan dan energi tersebut, kata dia, ada keterpaduan dimana seluruh dinas terkait menjadikan pilot projek untuk diterapkan masyarakat. Nantinya penerapan di masyarakat dapat juga dilaksanakan.

"Sebagaimana instruksi Bupati Kampar agar seluruh camat dan kades untuk dapat mengkaji dan memverifikasi lahan masyarakat sehingga apa yang di buat dapat diterapkan di masyarakat," katanya.
 
Ia menambahkan, rumah tangga mandiri energi ini akan menjadikan masyarakat yang mandiri, apalagi jika ada di kecamatan dapat menjadikan percontohan, ditambah lagi dengan desa. Sehingga kemandirian pangan energi betul-betul menjadikan rumah tangga yang mandiri dari kebutuhan pangan termasuk juga perikanannya.

Bupati Kampar Jefry Noer sebelumnya telah menginstruksikan bahwa pengerjaan lahan percontohan Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energ di areal Diklat P4S Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu harus selesai paling lambat per 5 Maret 2015.

Sampai saat ini pengerjaan telah memamsuki tahap finishing atau mencapai progress pengerjaan 80 persen. (Humas Kampar/AK)

Berita Terkait