post image

Peluang Berwira Usaha Bagi Kaum Perempuan Kampar

Siak Hulu (Kamparkab.go.id),- Terbuka peluang usaha dan kesempatan bagi alumni pusat pendidikan dan latihan (Diklat)  Pendidikan keterampilan belajar masyarakat (PKBM) Insan mandiri,untuk menjadi seorang enterprenuership.

Bupati Kampar menjelaskan, hal itu ketika memberi arahan dihadapan ketua kelompok dari alumni peserta diklat mulai angkatan pertama hingga terakhir angkatan IX tahun 2014. dengan jumlah alumni 1080 orang dari tiga Kecamatan yang telah menamatkan diklat menjahit selama 21 hari penggembleng diklat menjahit di PKBM.

Dijelaskan Jefry, sengaja mengundang pengusaha garmen untuk memberi masukan dan sosialisasi tentang bagaimana cara menjahit yang diinginkan pasar atau kebutuhan pasar agar laku di jual di pasaran, disamping itu untuk memberi peluang usaha dan kesempatan berbisnis bagi ibu-ibu alumni diklat PKBM.

Jefry melanjutkan, bagi alumni yang serius ingin maju tentu datang ke PKBM dan  ilmu yang didapat selama menempuh diklat akan diterapkan dirumah atau dengan kelompok masing-masing, bahkan sudah mampu menerima jahitan di Desa dan Kecamatan Masing-masing, syukur kalau sudah ada yang mampu membuka usaha menjahit,kata Jefry.

Bagi yang serius akan datang memenuhi undangan breafing alumni di pusat diklat PKBM, dan terlihat keseriusan karena selama ini apa gebrakan yang sudah dihasilkan kurang terpantau,ungkap Jefry.

Ditambahkan Bupati, bagi yang sudah mendapat bantuan mesin jahit dari Pemda Kampar melalui Disperindag tetapi belum bisa di operasikan, agar dilaporkan ke Dinas Perindag untuk dikembalikan atau diperbaiki karena melalui Dinas yang bertanggung jawab menangani hal itu,kata Jefry.

Lebih jauh Jefry menerangkan, ke depan akan dibuat Inti dan plasma bagi alumni peserta menjahit, yang pembagiannya untuk inti akan menentukan yaitu memberi order, memberi bahan jahitan, benang untuk perpotong baju termasuk upah jahitan perhelai begitu juga apa yang akan dibuat akan diarahkan dan untuk plasma tinggal melaksanakan jahitan.

Mendapat kabar menggembirakan, terlihat wajah ibu-ibu itu “sumringah” atau sangat senang, karena dari wajah ibu-ibu sudah terlihat agak mata duitan, ujar Jefry berseloroh karena sudah lama ingin menjadi seorang enterpreneurship, terang Jefry.

Karena ibu-ibu disini di pusat Diklat di didik untuk menjadi seorang enterpreneurship yang memiliki jiwa wira usaha, kata Jefry , untuk itu pula saya mengundang pengusaha Garmen asal kota Bogor,ungkap Jefry.

Kedatangan pengusaha garmen untuk sosialisasi dan pembenahan soal menjahit, permintaan pasar, dan lainnya agar hasil jahitan sesuai permintaan dan kebutuhan pasar karena itu akan di tes terlebih dahulu untuk seleksi mana yang sudah siap betul menjahit atau sampai dimana kemampuan ibu-ibu menjahit.

Tak lupa Jefry mengulas singkat awal dimulai kegiatan menjahit yaitu untuk percepatan menzerokan Kampar hingga terlepas dari Kemiskinan, pengangguran dan tumah kumuh seperti program P4S khusus bagi petani dengan diklat di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.

Three zero merupakan sasaran dari program lima pilar pembangunan Pemda Kampar, karena peluang usaha dengan meningkatnya pilar kesatu yaitu peningkatan akhlak dan moral, pilar kedua peningkatan ekonomi masyarakat dan pilar ke tiga peningkatan SDM saja, maka Kampar dapat mewujudkan three zero, ujar Jery.

Sementara Pengusaha garmen Surya Atmaja asal bogor menjelaskan, untuk melihat langsung kondisi pelatihan dan hasil jahitan yang sudah dihasilkan, kemudian member sosialisasi.

Banyak langkah dan upaya bisa dilakukan tentang bagaimana standarisasi garmen, mengenai jahitan yang yang rata-ratanya sudah bagus dari para peserta diklat seperti yang saya lihat tadi, tinggal mengarakan lagi bagaimana baju yang diinginkan pasar, baju seperti apa standarisasi pasar, soal jahitan, mode, pemasangan kancing dan lainnya sehingga quality baju memenuhi standar permintaan dan keinginan pasar.

Semula disampaikan Surya, agak pesimis datang melihat peserta dan hasil baju jahitan namun setelah dirinya survei lapangan di lokasi menjahit, Subhanaallah saya terkejut ujarnya.

Karena ini potensi luar biasa yang di buat Bupati untuk memajukan masyarakat khususnya kaum perempuan, tinggal mengontrol dan mengarahkan sesuai standarisasi layak atau tidak sesuai permintaan pasar dan Quality yang mampu bersaing di pasaran.

Ditambahkan Surya, awali perkejaan dengan meminta pertolongan pada yang maha kuasa seperti sholat jangan pernah tinggal,  ditambah dengan ke jujuran, hal itu adalah inti dalam berbisnis dan berusaha.

Dengan awal yang baik dan mohon pertolongan yang maha kuasa,  ke depan segala usaha akan mendapat kemudahan dan keberhasilan, disamping itu tentu dengan kerja keras, semangat dan mau diarahkan agar jahitan baju yang sudah dibuat lebih bagus dan sesuai permintaan pasar,ujarnya.(HK/kf)

Berita Terkait