post image

PKBM Diharapkan Ada di Tapung Hulu

Kamparkab- Kepala UPTD Tàpung Hulu Hermansyah MPd menyampaikan bahwap pihaknya bersama para Kepala Sekolah se Kecamatan Tapunghulu sangat bersyukur  memperoleh kesempatan berkunjung ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kubang Jaya Kecamatan Siakhulu Kabupaten Kampar. Selama ini mereka hanya banyak mendengar dari teman saja, baru sekarang dapat berkunjung, apa yang dibuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran dengan terlaksananya program lima pilar pembangunan.

Demikian dijelaskan instruktur pendidikan dan latihan menjahit Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina insan Mandiri Kubang Jaya Surya ketika menerima kunjungan para kepala sekolah se Kecamatan Tapung Hulu bersama kepala UPTD, Senin (5/9).

 “Alhamdulillah  sudah nampak nyata hasil karya anak negeri yang mampu memberi penghasilan dengan program PKBM dan dapat memenuhi kebutuhan pakaian sekolah bagi masyarakat Kabupaten Kampar dengan harga murah dan kualitas bersaing pula,”kata Hermansyah.

Untuk itu, lanjut Hermansyah, pihaknya bersama mendukung progràm Pemkab Kampar dengan program menjahit melalui PKBM agar cepat pengentasan kemiskinan dan pengangguran terwujud. “Selain itu, merupakan kebanggaan tersendiri melihat masyarakat Kampar sudah mampu menghasilkan uang dengan hasil jahitan pakaiannya selain itu dirinya mengharapkan adanya PKBM di Tapung Hulu sehingga memudahkan masyarakat Tapung Hulu yang ingin belajar menjahit serta kepada para Kepala Sekolah dapat menjalankan program PKBM dan P4S di lingkungan sekolahnya,’’ungkapnya.

Sebelumnya instruktur pelatihan menjahit Surya mengatakan kalau tidak bekerja maka tidak punya penghasilan, mau bekerja tetapi bingung apa yang mau dilakukan karena tidak punya ilmu maupun keterampilan. Karena itu yang pertama dibekali para peserta pendidikan dan latihan (diklat) perwakilan dari Kecamatan yang ikut program menjahit khusus bagi para ibu-ibu yang menganggur atau kaum perempuan Kabupaten Kampar yang putus sekolah dengan ekonomi miskin harus segera pandai menjahit sehingga dapat segera pandai menjahit dan pandai pula mencari uang.

Dijelaskan Surya peserta diklat menjahit ini ditempah selama 21 hari harus pandai menjahit kemudian akan dilatih untuk tingkat mahir dengan dimagangkan di PKBM sekaligus bagi yang sudah pandai diberi order jahitan pakaian  anak sekolah.  Sejauh ini susah ada 1890 orang yang sudah tamat dari PKBM, dimana masyarakat yang tadinya tidak tahu bagaimana menjahit tetapi sekarang sudah pandai menghasilkan uang dengan hasil jahitannya bahkan sudah ada yang berpenghasilan sampai tiga juta.

Lebih jauh, Surya menjelaskan, unit usaha menjahit ini ada inti dan plasmanya, untuk plasma hanya menyediakan jahitan pakaian, kemudian unit ùsaha inti yang menyalurkan dan membeli hasil jahitan untuk kebutuhan pakaian sekolah sekaligus menyalurkan ke sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan koperasi UPTD  dan koperasi sekolah dengan tujuan agar terkontrol harga jual pakaian yang murah. “Alhamdulillah sampai saat ini para penjahit sudah banyak yang berhasil dalam arti sudah memiliki penghasilan sehingga mereka dapat membantu penopang ekonomi keluarga dengan penghasilan antara 1 sampai tiga juta,”kata Surya. (kamparkab-03)

Berita Terkait