post image

Program Tiga Zero Belum Maksimal Terlaksana

kamparkab-  Banyak program yang telah diluncurkan Pemerintah Daerah, tetapi hasil yang dicapai belum maksimal, Perda (Peraturan Daerah) Magrib Mengaji masih belum dilaksanakan masyarakat, bahkan sudah marak peredaran narkoba di Kampar, ini disebabkan kerang berjalan program peningkatan akhlak dan moral, pemberian Baju seragam Sekolah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu.

Ditambahkan Bupati, program yang dilahirkan Pemerintah Daerah merupakan aplikasi dari Program Pembangunan Lima Pilar Kabupaten Kampar, untuk pilar meningkatkan Kesehatan masyarakat, program yang diusung adalah program 24 jam Puskesmas, praktek berobat digratiskan, begitu juga obatnya juga gratis, program-program banyak tidak berjalan dengan semestinya dikarenakan kurangnya pengawasan dan ketidaksiapan kita serta tidak tepat sasaran.

Hal ini yang membuat program pembangunan lima pilar Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yang arahnya agar tercapai sasaran tiga “zero” yaitu tidak ada lagi kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh di Kampar belum maksimal dan tidak berjalan dengan baik.

Demikian dikatakan Bupati Kampar Jefry Noer ketika menerima kunjungan Perwakilan 4 Desa, Desa Pandau Jaya, pangkalan Serik, desa Tanjung Balam, Desa Kapau Kecamatan Siak Hulu, Sabtu (30 /4) di Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

"Untuk pengawasan berjalannya program Pemerintah harus dari bawah, mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT), RW, Kepala Dusun hingga Kepala Desa sampai Camat" ujar Jefry Noer.

Jefry Noer mengatakan, karena program pemerintah belum maksimal sampai ke masyarakat, maka Aparatur tingkat Desa yang paling bawah harus memahami terlebih dahulu program Pemda, untuk disampaikan kepada masyarakatnya ungkap Jefry Noer.

Aparatur Desa harus ikut dalam memantau dan membantu pembangunan Desa, membantu Kepala Desa dalam menyampaikan program pemerintah untuk diaplikasikan didesanya.

Saat ini yang menjadi program unggulan Pemerintah Daerah yakni Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE), Dipaparkan Jefry Noer dengan adanya usaha Peternakan sapi sebanyak enam ekor yang mampu menghasilkan  1000 sampai 1500 liter urine sapi perbulan kemudian urine diolah sehingga dapat menghasilkan  pupuk cair.

Kalau diambil hasil terendah saja 1000 liter pupuk cair perbulan dengan harga jual 15 ribu sampai 25 ribu perliternya sudah 15 sampai 25 juta hasilnya dari pupuk cair ditambah hasil kotoran padat sapi,mampu menghasilkan pupuk padat atau biogas untuk sumber energi listrik dan memasaK,ujarnya.

Selain program pertanian, perkebunan dan pertanian yang digesa ada juga untuk kaum wanita juga diberdayakan, seperti pelatihan jahit menjahit bagi wanita produktif dan putus sekolah, dengan pelatihan jahit ini wanita dikabupaten Kampar mampu memiliki penghasilan sendiri tanpa lagi bergantung kepada penghasilan suami Pungkas Jefry Noer.

Camat Siak Hulu Fajri Adha mengungkapkan 4 Desa ini adalah Desa-desa terakhir yang mengunjungi Lahan Denplot Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi di Kubang Jaya, karena sebelumnya desa lain telah terlebih dahulu mengunjungi Lahan percontohan ini.

Ditambahkan Fajri Adha, kegiatan peninjauan lahan ini dikarenakan kurangnya penyampaian informasi program dan kurang yakinnya masyarakat Siak Hulu terhadap program pemerintah, terutama program RTMPE yang menjadi program unggulan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

Dengan meninjau langsung masyarakat Siak Hulu dapat melihat langsung dan merasakan "Dahsyatnya"  Program RTMPE, dan semakin menambah minat masyarakat untuk mengaplikasikan program ini, terutama Kepala Desa yang semakin terpacu untuk mengajak masyarakat untuk ikut dalam RTMPE papar Fajri Adha. (kamparkab/008)

Berita Terkait