post image
Bupati Kampar Silahturahmi dan Berdialog Bersama Masyarakat di 3 desa

Jefry Noer Ajak Masyarakat Laksanakan RTMPE

Kamparkab - Bupati Kampar H Jefry Noer berdialog bersama masyarakat di 3 (tiga) desa di Kecamatan Tambang. 3 desa tersebut yakni masyarakat desa Palung Raya, desa Kemang Indah dan desa Gobah kecamatan tambang. Jumat, 22/4

Bupati Kampar mengatakan bahwa tujuannya turun meninjau desa-desa ini selain dari bersilahturahmi juga melihat langsung kondisi masyarakat dan pembangunan desa. “Tujuan saya turun ke desa ini adalah melihat kondisi masyarakat desa serta bagaimana pembangunan infrastruktur dan lain-lain, khususnya ekonomi kerakyatan karena saya membangun kampar ini di awali dengan program 5 pilar pembangunan yakni peningkatan akhlak dan moral, peningkatan ekonomi kerakyatan, peningkatan Sumber Daya Manusia, peningkatan pelayanan kesehatan, dan peningkatan infrastruktur"ucap Bupati yang penuh dengan inovasi dalam membangun Kabupaten Kampar ini.

Dilanjutkannya dari 5 Pilar program pembangunan tersebut dikerucutkan menjadi 3 zero, yakni zero kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh melalui Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE).

"Untuk melaksanakan program ini kita awali dengan mendata masyarakat miskin terlebih dahulu kemudian masyarakat tersebut diberikan pelatihan tentang pertanian, peternakan, dan perikanan, setelah itu kita lihat perkembangannya, dan ternyata banyak yang berhasil terutama masyarakat yang ada di Kecamatan Tapung sebab mereka ingin merubah hidup keluarganya menjadi lebih baik dan ulet dalam bekerja"tutur Jefry

Kemudian kita pelajari kembali agar keberhasilan tersebut lebih dapat ditingkatkan lagi dan dapat mempercepat peningkatan ekonomi rakyat, salah satunya program yang sedang dijalankan adalah Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi  atau RTMPE yang jika dijalankan dengan sungguh-sunguh mampu menghasilkan 10 hingga 25 juta perbulan. “Program ini butuh keseriusan dari masyarakat petani”.tegas Bupati

Bupati Kampar mengajak masyarakat 3 Desa tersebut untuk mendirikan dan melaksanakan program RTMPE di masing-masing keluarganya karena dapat meningkatkan ekonomi keluarga, kaya dan masuk surga. "Pemerintah telah menciptakan program yang sangat mengerti kebutuhan masyarakat, tinggal lagi masyarakat mau apa tidaknya, Ini semua butuh kerjasama antara Pemerintah dengan masyarakatnya" ujar Bupati Kampar.

Bupati Kampar menjelaskan program yang di buat untuk masyarakat miskin ini bukan saja program pertanian, perkebunan dan pertanian saja yang digesa pemda tetapi untuk kaum wanita juga diberdayakan juga, seperti pelatihan jahit menjahit bagi wanita produktif dan putus sekolah, dengan pelatihan jahit ini wanita dikabupaten Kampar mampu memiliki penghasilan sendiri tanpa lagi bergantung kepada penghasilan suami.

Bupati Kampar juga memaparkan, dengan adanya usaha Peternakan sapi sebanyak enam ekor yang mampu menghasilkan  1000 sampai 1500 liter urine sapi perbulan kemudian urine diolah sehingga dapat menghasilkan  pupuk cair.

"Kalau diambil hasil terendah saja 1000 liter pupuk cair perbulan dengan harga jual 15 ribu sampai 25 ribu perliternya sudah 15 sampai 25 juta hasilnya dari pupuk cair ditambah hasil kotoran padat sapi,mampu menghasilkan pupuk padat atau biogas untuk sumber energi listrik dan memasak".tegasnya

Ditambahkan Bupati Kampar Biogas itupun dapat dijual atau untuk konsumsi sendiri memenuhi kebutuhan listrik atau memasak dirumah, kan sudah sangat membantu mengurangi biaya listrik dan gas atau kebutuhan minyak tanah di Rumah Tangga (RT) dalam sebulan.

Selain itu ada ternak ayam petelur sampai 100 ekor, yang dapat juga untuk ditetaskan telurnya supaya menghasilkan anak ayam dengan penghasilan 50 sampai 70 butir telur perharinya.

kemudian ada kolam ikan lele kerambah dengan pola kolam terpal ukuran 6 X 6 atau 4 X 6 hingga 4 000 ekor ditambah usaha pertanian tanaman pangan seperti tanaman bawang atau cabai dengan lahan hanya 400 meter persegi termasuk unit usaha rumah jamurnya. lanjutnya

Bupati juga mengatakan didalam RTMPE ini keluarga hanya tinggal membeli kebutuhan beras, minyak goreng, gula dan kopi dan kebutuhan yang tidak ada di lahan RTMPE itu, selain itu petani RTMPE bisa menghasilkan uang dengan tetap beribadah dengan kusuk.

Dilahan RTMPE kalau diolah dengan maksimal dapat menghasilkan uang puluhan juta perbulannya dan petani Pengolah RTMPE bisa menunaikan Ibadah Haji selain itu diluar penghasilan dari anak sapi 6 ekor pertahunnya termasuk daging ayamnya. Jelasnya lagi.

Dihadiri oleh kepala desa, tokoh masyarakat dan masyarakat desa, Bupati Kampar secara estafet dari desa ke desa terus lakukan dialog sekaligus bersilahturahmi (Kamparkab02)

Berita Terkait