post image

Muhasabah Diri Menggapai Masa Depan yang lebih Baik

Tapung (kamparkab.go.id) - Muhasabah atau introspeksi diri masing-masing kita lakukan nanti malam. Kata Bupati Kampar mengingatkan jamaah iktikaf dan SDP Pemkab Kampar di masjid Muslimin Desa muara Mahat Baru Kecamatan Tapung usai tausiah sehabis sholat isya yang diberikan Ustadz Muslim di hari kedua pada sabtu (23/8).

Apa yang telah kita lakukan pada masa lalu, mungkin bergelimang dosa apalagi dosa terhadap orang tua, karena jika kita mau berpikir dan mengkaji kilas balik perjalanan hidup, tujuan utama manusia adalah mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal yaitu akhirat,kata Jefry Noer mengingatkan.

Karena cermin yang paling baik itu adalah masa lalu, ingat akan dosa dan menyadarinya serta mau bermuhasabah atau introspeksi diri, mengevaluasi diri akan dosa sebelum di hisab Allah kelak.

segala sesuatunya akan dimintai pertanggungjawabannya diakherat kelak. Dan sebaik-baik manusia adalah yang dapat mengambil hikmah dari apa yang telah ia lakukan, lalu menatap hari esok yang lebih baik, kata Jefry.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya : “Barang siapa yang hari ini, tahun ini lebih baik dari hari dan tahun lalu, dialah orang yang beruntung, tapi siapa yang hari ini dan tahun ini sama dengan hari dan tahun kemarin maka dia orang merugi.
Tepat pukul 11,30 malam muhasabah dimulai, dipimpin ustadz muslim dan Bupati Kampar H.Jefry Noer, dengan jamaah rombongan iktikaf dan SDP Pemkab Kampar yang juga di ikuti masyarakat Muara Mahat baru.

Dengan suasana lampu di matikan, ustadz muslim memimpin doa muhasabah sambil mengajak jamaah mengikuti apa yang dibacanya seperti istighfar untuk memohon ampunan dosa bagi diri sendiri, anak keturunan, terlebih ketika memohonkan ampunan dosa terhadap orang tua, sayup terdengar isak tangis jamaah di keheningan malam itu.

Usai itu Bupati Kampar Jefry Noer melanjutkan memimpin doa muhasabah, keheningan malam dalam masjid kian bertambah hening, keseriusan jamaah kian khusuk dengan isak tangis sayup-sayup, ketika Jefry memohonkan ampun terhadap harta yang telah di dapat mungkin ada yang haram tanpa kita sadari, kemudian kita nafkahi harta itu untuk anak keturunan, ketika orang tua banyak yang keberadaannya kurang mendapat perhatian anaknya, bahkan sering orang tua dijadikan sebagai pengasuh cucu dirumah kita padahal seharusnya kita menyenangkan orang tua dan banyak lagi doa permohonan dalam muhasabah diantaranya agar diberi petunjuk dalam memimpin Dinas, Instansi dan Pemerintah Kampar untuk mensejahterakan masyarakat agar terbebas dari kemiskinan, pengangguran.

Usai bermuhasabah, Jefry melanjutkan dan mengajak jamaah untuk menggapai masa depan yang lebih baik, Untuk itu dengan bekal takwa dan iman akan membawa Kampar yang lebih maju,ungkap Jefry Noer.(Humas Kampar)

Berita Terkait