Kampar Terima Hibah Sumur Bor dari Kementerian ESDM

Jogyakarta, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Kampar  terima Hibah BMN EBTKE dan Sumur Bor dari Kementerian ESDM, hal ini didapat setelah Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Sumur Bor Dalam dari pemerintah pusat (Kementerian ESDM) kepada pemerintah daerah.

Acara  yang ditaja oleh Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan dan Direktorat Jendral EBTKE, Badan Geologi Kementerian ESDM diselenggarakan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta Rabu (25/7).

Hadir pada penandatanganan  Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar, Direktur Jendral EBTKE, Inspektur Jendral, Sesbadan Geologi, Sesditjen EBTKE, Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas dan Kepala Bidang yang mewakili daerah masing-masing.

Acara ini sebagai sarana bentuk pengelolaan barang milik negara di lingkungan Direktorat Jenderal EBTKE dan Badan Geologi yang efisien, efektif dan akuntabel, khususnya Barang Milik Negara. Dimana dari awal pengadaannya memang direncanakan untuk dihibahkan kepada Pemerintah Daerah.

Bupati Kampar yang diwakili oleh Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kampar Afdal ST, MT usai menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Hibah Sumur Bor serta penyerahan plakat dari pemerintah pusat yang langsung diserahkan Irjen Kementerian ESDM Prof. DR Akhmad Syakhroza SE, MAFIS mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan sumur bor yang telah dibangun oleh Kementerian ESDM serta menjaga dan merawatnya sebab sumur bor ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan air bersih.

“Kepada masyarakat saya berpesan agar dapat memanfaatkan sumur bor ini sebaik baiknya dan dijaga dengan baik agar jangan sampai rusak karena sumur bor ini membantu masyarakat akan mendapatkan kebutuhan air bersih, yang jelas, Serah Terima dan Hibah BMN EBTKE & Sumur Bor, Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.”ujar Catur.

Wakil Bupati Kampar juga mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Kampar sudah menjadi perhatian pusat dalam memberikan berbagai bantuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, apa lagi ini sesuai dengan program pembangunan kita yakni 3i, infrakstrutur, industri dan invenstasi.

“Hal ini tidak terlepas kinerja dari PUPR yang selalu menjemput bola ke pusat agar Kabupaten Kampar mendapatkan porsi pembangunan melalui anggaran pusat (APBN) sehingga daerah dapat terbantu pembangunannya, kedepan saya berharap agar lebih ditingkatkan lagi dalam meraih pundi-pundi dana dari APBN untuk pembangunan di Kabupaten Kampar khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat. ”ucap Catur.

Berkaitan dengan itu Afdal menjelaskan bahwa Kabupaten Kampar telah mendapatkan Anggaran APBN melalui Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2017 untuk membangun sumur bor dimana kita mendapatkan 1 (set) sumur bor yang terdiri dari mesin bor, listriknya, tanki airnya, dan lainya.

“Jadi pembangunannya sudah selesai dilakukan oleh Kementerian ESDM melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan dan Direktorat Jendral EBTKE, Badan Geologi di desa Banca Kelubi Kecamatan Tapung, dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat, kita Berharap ini bisa dijaga dan dipelihara dengan baik sehingga dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.”

Afdal juga mengatakan akan terus melakukan pendekatan ke pusat agar kita dapat meraih anggaran APBN dalam rangka percepatan pembangunan di Kabupaten Kampar.

Sebelumnya sekretaris Badan Giologi Kementerian ESDM DR. Antonius Ratfomopurbo dalam laporannya mengatakan Sumur bor yang dihibahkan pada acara tahun ini berjumlah 274 unit dari tahun anggaran perolehan 2005 – 2017 meliputi 142 kabupaten dan kota. Tujuan diadakannya acara penandatangan secara bersama menurut Ketua Pelaksana Wagijanto, selain untuk mempercepat proses penyerahan aset persedian juga akan lebih efesien, efektif dan akuntabel.

Menurut beliau, keuntungan lainnya selain dari hal tersebut adalah para perwakilan daerah juga dapat berkonsultasi langsung dengan para pejabat di lingkungan KESDM.

Sebagai mana yang beliau sampaikan, “Acara ini selain dapat bersilaturahmi, juga bisa secara langsung konsultasi apa-apa yang dapat dilakukan KESDM, bukan hanya sumur bor tapi yang terkait dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) dari Kementerian ESDM di sini adalah Badan Geologi”. Ujarnya

Bantuan sarana sumur bor air tanah merupakan salah satu program unggulan melalui Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan. Dalam kurun waktu 2005 – 2017 sumur bor yang telah disebar di 312 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebanyak 1.782 unit. Seiring dengan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Jokowidodo, tidak mustahil jika sumur bor akan bertambah tiap tahunnya. Harapan Wagijanto selaku ketua pelaksana.

“Semoga dengan bertambahnya jumlah sumur bor air tanah yang dibangun, fasilitas kebutuhan air bersih di daerah terutama daerah sulit air bersih juga akan semakin merata, jadi tidak ada lagi warga yang kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan semoga pembangunan ekonomi di daerah tersebut juga akan cepat berkembang” tuturnya.

Untuk tahun anggaran 2019 Kementerian ESDM merencanakan akan ada 750 sumur bor dalam. Sementara pada tahun 2018, Badan Geologi melalui Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan tengah melanjutkan program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan menargetkan 550 titik sumur bor dan 500 titik bor sedang proses pembangunan di 28 provinsi seluruh Indonesia. (Humas)