Wabup Panen Perdana Padi Bersama Meristekdikti RI

Kampar – Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto,SH bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (ristekdikti) RI Prof H Mohamad Nasir,Ph,D,Ak,  melakukan Panen Perdana Padi Sawah di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar, kamis (9/8/18).

Hadir juga pada panen tersebut Sekjen Kemenristekdikti RI Ainun Naim, Dirjen  Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe, Dirjen Sumber Daya Iptek Kemenristekdikti Ali Gurfon, Staf Ahli Infrastruktur Kemenristekdikti Hary Purwanto, Kadis Pertanian  dan Perkebunan Riau , Asisiten III Setda Kampar Ir Nurhasani,MM.

Sebelum memberikan sambutan, Mohamad Nasir bersama rombongan melakukan penanaman dan panen padi perdana secara simbolis di lahan Kelompok Tani Warga Desa Pulau Tinggi dilahan sawah lebih kurang 170 hektar.

Dimana dalam sambutannya M Nasir menyampaikan harapan semoga program Sidenuk dari Kemenrisetdikti ini bisa dikembangkan khsusnya di Kampar, sebab sejauh ini Sidenuk telah terbukti di daerah Jawa bisa menghasilkan 8 sampai 12 ton/hektar.

Makanya hal ini perlu juga di Kampar, agar harapan kita kedepan kita bsemoga para petani bisa hidup lebih sejahtera. Untuk itu Kemenrisetdikti bekerjasama dengan Universitas ternama dan pemda Kampar akan memberikan bantuan untuk dunia pendidikan kepada anak-anak bangsa yang kurang mampu termasuk Kampar.

Sementaera itu Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng menyampaikan bahwa pemda Kampar menyambut baik program Sineduk padi sawah yang diberikan oleh Kemenristekdikti Ri, yang diberikan kepada masyarakat Kampar khsusunya warga Pulau Tinggi.

Kita ketahui sejauh ini penghasilan padi para petani Kampar hanya lebih kurang  6 sampai 8 ton per hektarnya, semoga dengan Sineduk dan Pariatas Bhakti Inovasi Teknologi hasil pertanian Kampar bisa lebih meningkat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas pertanian Pangan dan Holtikultura Kabupaten Kampar Henry Dunan,SP, MMA dengan harapan semoga dengan melakukan penanaman sisitem Sineduk hasil pertanian padi di Kampar bisa jauh lebih menigkat.

Sebab sejauh ini, Kampar masih memasok beras dari Sumatra barat. Artinya hasil padi di Kampar belum bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Kampar apalagi untuk ekspor.

Untuk itu Dunan berharap semoga pihak kemnetrian Ristekdikti dan Kementrian Pertanian  selalu memberikan program dan bantuan ke Kabupaten Kampar. (Diskominfo Kampar).