Bupati Kampar Minta Semua Pihak Harus Jemput Bola

Bangkinang Kota – Dalam percepatan pembangunan Kabupaten Kampar,  baik dalam bidang infrastruktur maupun untuk kemajuan bidang pariwisata, untuk semua itu kita tidak boleh menunggu bola, akan tetapi menjemput bola.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Azis Zaenal,SH,MM saat memimpin rapat Evaluasi percepatan pembangunan Bangkinang River side (Bra), Jl Sei Jernih Poro, Jalan Intervretasi Kawasan SM Bukit Rimbang Baling Kampar Kiri Hulu dan Restorasi Istana Kesultanan Kampa, yang dilaksanakan di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar, kamis (13/9).
Pada kesempatan tersebut, Azis Zaenal tidak mau bertele-tele langsung merumus kepada percepatan eksen atau langsung bekerja sesuai dengan aturan. agar yang direncanakan dan dibicarakan terlihat jelas oleh masyarakat.
Nah untuk melakukan berbagai pembangunan diatas, terutama kita mesti bersatu dan melakukan Jemput bola. Dalam hal ini mulai dari Desa jemput bola ke Pemda, Pemda ke Pemrov maupun langsung ke Pusat, agar program tersebut berjalan cepat.
Untuk itu dalam percepatan beberapa pembangunan yang segera dilaksanakan, Azis Zaenal menekankan terutama untuk pembangunan  Restorasi kesultanan Kampa dalam minggu depan terkait ganti rugi lahan masyarakat sudah dibayarkan oleh pihak Perusahaan sebagaimana yang telah disepakati sebelumnya.
Kemudian dalam pembangunan jalan Poro Sri Jernih, tahun 2018 harus sudah mulai pembukaan badan jalan dan penggalian parit. Dalam hal ini juga penyelesaian jalur terase oleh pihak Desa dan Kecamatan. hal ini pemting, karena jalan ini malah akan dijadikan jalan uama, sebab dilalui oleh beberapa Kecamatan seperti Kecamatan Tambang, Kampar Utara, Rumbio, Kampa, Kampar dan Bangkinang.
Selanjutnya dalam pembangunan Bangkinang Riverside,  untuk hal ganti rugi lahan masyarakat untuk segera dilakukan pemetaan Persil tanah oleh BPN Kampar. Agar kedepannya dalam ganti rugi atau pembebasan bisa segera dilakukan oleh Pemda Kampar serta untuk kekurangan dana ganti rugi akan dianggarkan pada APBDP tahun 2018.
Terakhir dalam hal percepatan pembangunan jalan Interpretasi  Kawasan SM Bukit Rimbang Baling  yang menghubungkan sembilan desa di Kampar Kiri Hulu sepanjang lebih kurang 36 KM dengan luas 1,5 meter sudah mulai dilakukan pemerintah Desa setempat.
Sementara untuk pembangunan jembatan gantung yang pendek melalui dana APBD Kampar dan jembatan gantung yang sedidikit panjang akan dibangun dengan menggunakan APBN.
dala hal ini ada beberapa jembatan baik melalui APBD maupun APBN akanj dibangun, dimana salah satunya adalah seperti jembatan antara Gajah Bertalut dengan Aur Kuning sepanjang 35 meter dngan menggunakan (APBN). Kemudian 50 m antara Bantu sanggan dengan Muara Bio (APBN) serta antara Terusan dan Air Kuning sepanjang 25 m dengan menggunakan (APBD) Kampar.
Unutk itu sekali lagi, Azis Zaenal meminta seluruh elemen terkait untuk segera lakukan tugas dengan cepat dan baik,kita tidak mau berlama-lama dalam membangun Kampar. akhir masa jabatan saya semua pembangunan yang direncanakan selesai.(Diskominfo Kampar).