Rimbang Baling Berikan Inspirasi sekaligus berikan Nilai Ekonomi Bagi Masyarakat

Bangkinang Kota : Sebagai upaya Pemkab Kampar dalam membuka keterisoliran daerah sudah membuahkan hasil, dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI telah mengabulkan usulan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk membuka jalan Interpretasi yang telah diperjuangkan selama 42 tahun yang lalu.

Selain untuk membuka keterisoliran Desa-desa yang berada di sepanjang Sungai Subayang Kecamatan Kampar Kiri Hulu hal yang sangat menjadi perhatian kita semua, dengan dibukanya jalan intrepetasi tersebut makin meningkatkan fungsi alam dan dapat meningkatkan bagi kesejahteraan masyarakat yang selama ini  bergantung kepada hasil hutan Rimbang Baling dengan menebang kayu, namun hal ini tidak dapat dilakukan lagi karena bertentangan dengan hukum, salah satunya dengan menjadikan hutan Rimbang baling menjadi tujuan wisata dengan Eko Wisatanya dan memanfaatkan buah-buahan hasil hutan.

Rimbang Baling merupakan salah satu hutan yang terlengkap disumatera koleksi flora dan faunanya, sehingga warisan alam ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat seluruh dunia tentang hutan tropis serta kekayaan alam alam baik flora dan faunanya sulit ditemukan di dunia.

Oleh sebab itu dengan dibukanya jalan Intrpretasi nantinya maka hutanlindung sabagai penyannga dunia ini akan daapt dijadikan sebagi penambah dan meningkatkan ekonomi dibidang kepariwisataan maupun dalam dunia pendidikan dimana dapat dijadikan sebagi salah satu tempat riset bagi para mahasiswa.

Demikian disampiakn oleh Ir. Aliman Makmur, M.Si, Phd yang merupakan Alumni Economy Fakulty University Utara Malaysia Staf Ahli Bupati Kampar Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Setda Kampar saat ditemuai di Bangkinang pada hari Senin, 17/9.

Ditambahkan Aliman Makmur saat melakukan bincang tersebut menyatakan bahwa hampir seluruh flora dan fauna di sumatera dapat ditemukan disini seperti Harimau Sumatera, Tapir, landak, begitu juga dengan jenis burung, terhadap koleksi hutan dapat dijumpai seperti gaharu, kulim, meranti, tampui serta jenis kayu lainnya.

Jika datang kesana kita akan mendapatkan inspirasi dengan ketakjuban atas Hutan Rimbang Baling yang merupakan kebanggan kita di Kabupaten Kampar, semoga dibukanya jalan interpretasi sebagai pendobrak keterisolasian daerah untyuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan Rimbang baling sebagi daerah tujuan wisata” Tutup Aliman Makmur (Diskominfo Kampar)