Yusri : Pemuda Kampar harus menjadi Garda terdepan Cegah Terorisme dan Hoax

Badan Nasional Penempatan Terorisme (BNPT) melaksanakan kegiatan di Kabupaten Kampar dengan Tema “Menjadi Indonesia” dengan menggelar pemutaran Film melalui Workshop Video Pendek BNPT melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKTP) yang juga dihadiri Narasumber Aktor Senior Mathias Muchus dan Ketua FKPT di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu(26/9)

Acara yang dilaksanakan ini di ikuti oleh kalangan perwakilan pelajar di seluruh wilayah Kabupaten Kampar, Kepala Sekolah dan unsur pendidikan lainnya.

Sekretaris Daerah Drs Yusri Msi yang membuka secara resmi acara tersebut menyambut positif peran dan partisipasi pemuda di Kabupaten Kampar yang sangat antusias dalam mengikuti acara ini, dimana di Era keterbukaan Informasi saat ini Generasi Muda sangat memiliki peran yang sangat positif bagi perkembangan informasi ditanah air agar dapat menyeleksi dan memilah mana informasi yang baik untuk disebarkan dan mana informasi yang sifatnya Hoak dan dapat membawa perpecahan NKRI.

“Kami bangga dengan kegiatan ini, semoga nanti yang hadir di dalam ruangan ini dapat masuk ke dalam 10 besar se-Indonesia. Generasi muda harus dapat menunjukkan eksistensi diri dengan kreativitas dan informasi yang membangun, serta memproteksi diri dari bahaya radikalisme dan penyebaran informasi Hoak”ungkap Yusri

Selain itu, Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT Pusat Dr. Hj Intang Dulung MHi mengungkapkan acara ini difasilitasi pemerintah daerah dan kami ucapkan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Kampar, kegiatan ini dilaksanakan agar generasi muda memiliki nilai-nilai kebangsaan, serta memiliki nilai-nilai lokal penguatan pencegahan terorisme.

“Kearifan lokal dapat mencegah tumbuhnya paham- paham radikal dan mengarah kepada terorisme, ini adalah cara terbaik sebagai peredam dan pencegahan potensi terorisme” ungkap

Video yang ditampilkan saat ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan mendorong anak-anak untuk membuat video pendek untuk membuat video dengan nilai-nilai kebangsaan dan mengandung muatan lokal dengan durasi maksimal 5 menit dan akan diperlombakan dengan 33 Provinsi Se-Indonesia.(DiskominfoKampar/DAT)