Kampar Kembangkan Program Budidaya Perikanan Berbasis PertanianKampar Kembangkan Program Budidaya Perikanan Berbasis Pertanian
post image
Aliman : Program Mina Padi terobosan baru di Kabupaten Kampar

Kampar Kembangkan Program Budidaya Perikanan Berbasis Pertanian

BANGKINANG- Dalam rangka mendukung  program yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Kampar  sebagai  upaya peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Pangan, Ir H Aliman Makmur melakukan berbagai terobsan yang tentunya sangat dinantikan oleh masyarakat terutama para petani di Kabupaten Kampar.

 

Kepada  wartawan, sabtu (28/3) Aliman katakan, bahwa salah satu terobosan yang dilakukan pihaknya tersebut adalah  pencanangan budidaya  padi pada lahan kolam ikan yang lebih dikenal dengan sebutan mina padi.

 

Hal ini menurutnya sangat efisien dan efektif karena  pada lahan kolam tersebut sudah terdapat banyaknya unsure hara yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tanaman padi. “program ini tentunya kita menggunakan padi khusus yang bias digenangi air yaitu jenis padi Inpara 1 intensifikasi pada rawa”, ujarnya sambil mengatakan bahwa tehnologi ini bukan hanya menghasilkan ikan saja tetapi juga menghasilkan produksi padi yang sangat memuaskan dengan perkiraan produksi padi 7 ton/ha-nya.

 

Menurutnya pilot projek ini sudah dikembangkan pihaknya di desa Batu Langka Kecil  kecamatan Kuok dan telah ditaburi benih ikan mas jenis unggulan  dengan larpanya didatangkan dari Balai Budidaya  Air Tawar Suka Bumi.

 

Pada Budidaya ini, untuk tahap awal pihaknya sudah menebarkan benih ikan sebanyak 500 ribu, yang diharapkan 2 bulan kedepan sudah berukuran 5-8 cm yang dapat digunakan sebagai benih ikan untuk kerambah di PLTA Koto Panjang kecamatan XIII Koto Kampar. Terobosan ini juga kita lakukan karena selama ini kawasan Budidaya perikanan air tawar PLTA Koto Panjang masih mendatangkan benih dari Sumatra Barat. “Mudah-mudahan terobosan ini dapat menutupi kebutuhan benih ikan di kawasan budidaya ikan air tawar di PLTA koto Panjang,” harapan Aliman.

 

Dalam program mina padi ini, benih ikan beru ditebarkan setelah pada yang ditanam sudah berumur 28 hari. Selanjutnya pada umur padi 110 hari siap panen dan ikanpun  juga siap untuk dipanen. “Program ini merupakan pilot projek percontohan perdana di Kabupaten Kampar untuk selanjutnya dikembangkan,” akuinya yang mengatakan program ini merupakan juga  menindaklanjuti intruksi Bupati Kampar agar setiap SKPD harus membuat terobosan dan inovatif yang dapat meningkatkan tarap hidup dan ekonomi masyarakat Kampar.(humas/mr)

Berita Terkait

post image

Kampar Kembangkan Program Budidaya Perikanan Berbasis Pertanian

Kamparkab - Dalam rangka mendukung  program yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kampar  sebagai  upaya peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat, Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Pangan Kabupaten Kampar melakukan berbagai terobosan. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah  pencanangan budidaya padi pada lahan kolam ikan yang lebih dikenal dengan sebutan mina padi.

Demikian disampaikan Kepala  Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Pangan Kabupaten Kampar, Ir Aliman Makmur, Senin (30/3).

Hal ini menurutnya sangat efisien dan efektif karena  pada lahan kolam tersebut sudah terdapat banyaknya unsur hara yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tanaman padi. “Program ini tentunya kita menggunakan padi khusus yang bisa digenangi air yaitu jenis padi inpara 1 intensifikasi pada rawa,” ujarnya.

Ia menambahkan, teknologi ini bukan hanya menghasilkan ikan saja tetapi juga menghasilkan produksi padi yang sangat memuaskan dengan perkiraan produksi padi 7 ton/hektar.

Menurutnya, pilot project ini sudah dikembangkan pihaknya di Desa Batu Langkah Kecil, Kecamatan Kuok. Di lahan ini selain penanaman padi juga telah ditaburi benih ikan mas jenis unggulan  yang larvanya didatangkan dari Balai Budidaya  Air Tawar Sukabumi, Jawa Barat.

Pada Budidaya ini, untuk tahap awal pihaknya sudah menebarkan benih ikan sebanyak 500 ribu ekor, yang diharapkan 2 bulan kedepan sudah berukuran 5-8 centimeter yang dapat digunakan sebagai benih ikan untuk kerambah di Danau PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Terobosan ini dilakukan juga karena selama ini kawasan budidaya perikanan air tawar PLTA Koto Panjang masih mendatangkan benih dari Sumatera Barat. “Mudah-mudahan terobosan ini dapat menutupi kebutuhan benih ikan di kawasan budidaya ikan air tawar di Danau PLTA koto Panjang,” harap Aliman.

Dalam program mina padi ini, benih ikan baru ditebarkan setelah benih padi yang ditanam sudah berumur 28 hari. Selanjutnya pada umur padi 110 hari padi siap panen dan ikanpun  juga siap untuk dipanen. “Program ini merupakan pilot project perdana di Kabupaten Kampar untuk selanjutnya dikembangkan,” terang Aliman.

Program ini juga  untuk menindaklanjti intruksi Bupati Kampar agar setiap SKPD harus membuat terobosan dan  inovasi yang dapat meningkatkan tarap hidup dan ekonomi masyarakat Kampar. (humas/ara)

Berita Terkait