Pariwisata Menjunjung Tinggi Norma Agama
post image

Pariwisata Menjunjung Tinggi Norma Agama

 
 
 
Bangkinang Kota (Kamparkab.go.id) - Semua pihak berkompeten dan segenap lapisan masyarakat Kampar hendaknya mengetahui bahwa prinsip pariwisata itu sendiri sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang pariwisata, yakni menjunjung tinggi norma agama dan nilai budaya sebagai pengejawantahan dan konsep hidup dalam keseimbangan hubungan antara manusia dan sesama manusia, dan hubungan antara manusia dan lingkungan.
 
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Drs. H. Syamsul Bahri, M.Si ketika ditemui di Bangkinang pada Ahad (18/5), seraya menambahkan bahwa hingga setakat ini masih banyak sinyalimen masyarakat yang memandang sedikit miring tentang dunia pariwisata yang dianggap lebih pada soal sarana penginapan dan hotel serta hiburan  yang cendrung dinilai negatif dan dapat merugikan berbagai pihak, terutama bila dikaitkan dengan norma-norma agama dan norma adat istiadat di Kabupaten Kampar.
 
Diakui Syamsul Bahri bahwa dunia pariwisata saat ini tidak bisa dilepaskan dari sektor industri yang tentu membutuhkan cara-cara yang elegan, agar jangan sampai pariwisata hanya dilihat dari sisi industrinya saja yang menonjol sementara hakikat prinsip dari pariwisata itu sendiri jadi terabaikan.
 
Khusus dalam hal upaya mengangkat destinasi pariwisata Kabupaten Kampar Provinsi Rioau dengan rencana “Tour Bersepada Tempo Impresario” yang bakal diikuti 500 orang pesepeda dari kawasan Asia yang baru-baru ini telah dilakukan survey rute yang akan dilalui, ini penting karena Kabupaten Kampar tengah giat-giatnya memprmoskan dan mengembangkan sektor kepariwisataan sebagai destinasi pariwisata terbaik.
 
Di Kabupaten Kampar saat ini memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan yang dapat dikembangkan yang jumlahnya tercatat sebanyak 37 objek wisata yang terdiri dari objek wisata budaya, buatan, alam, sejarah, relegius, keluarga dan minat khusus. Sedangkan potensi pariwisata unggulan yang dapat dikembangkan adalah Candi Muara Takus, Danau PLTA Koto Panjang,  Masjid Jamik, Tugu Khatulistiwa atau Equator, Istana Gunung Sahilan, Air Terjun Tanjung Belit, Desa Wisata Pulau Belimbing, Mandi Balimau Kasai, Ziarah Kubur Hari Raya Enam, Pacu Sampan dibeberapa daerah dan potensi wisata dalam bentuk  iven-iven budaya lainnya.
 
Ditambahkan Syamsul Bahri bahwa event budaya perlu dikembangkan dengan jadual waktu dan tempat yang jelas, dilakukan dengan perencanaan terpadu, terencana dan didukung oleh berbagai sektor untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, ujarnya seraya menambahkan bahwa pada minggu terakhir Mei 2014 dan pada bulan Juni 2014 akan ada berbagai ivent wisata di Kabupaten Kampar
 
Dan untuk pengembangan dunia pariwisata di Kabupaten Kampar kedepan sangat diperlukan adanya pihak investor yang mau berbuat yang terbaik untuk kemajuan dunia pariwisata di Kabupaten Kampar, papar Syamsul Bahri yang sehari-hari juga mengabdi sebagai salah seorang dosen di STIE Bangkinang (Humas Setda Kampar).

Berita Terkait