Sekda Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan BUMDes
post image

Sekda Pimpin Rapat Koordinasi Pengelolaan BUMDes

Kamparkab – Sekretaris Daerah kabupaten Kampar H. Zulfan hamid mengatakan dalam rangka mengimplementasikan undang- undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan melaksanakan program Nawacita presiden pada point ke yaitu ‘membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam rangka negara kesatuan republik Indonesia’. Serta Nawakerja kementerian Desa, Pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi republik Indonesia tentang ‘pembentukan dan pengembangan 5000 (Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Revitalisasi pasar Desa di 5.000 Desa/kawasan perdesaan’.

Hal itu dikatakannya pada saat memberikan pengarahan pada saat memimpin rapat koordinasi pengelolaan BUMDesa di kabupaten kampar di Ruang rapat lantai III kantor Bupati Kampar, Jum’at (22/4).

Zulfan menjelaskan, berkaitan dengan undangan dari Sekretaris kabinet Republik Indonesia bahwa Bupati kampar diminta untuk menyampaikan paparan materi pada Fokus Group Discussion (FGD) yang berjudul ‘Best practices penyiapan SDM untuk pendirian dan pengelolaan unit-unit usaha pada BUM Desa di kabupaten Kampar Provinsi Riau’.

Pada kesimpulan akhir FGD tersebut merekomendasikan ‘peserta diskusi mengusulkan tempat pelaksanaan kegiatan pencanangan gerakan pendirian BUM Desa diseluruh Indonesia pada tahun 2016 oleh Presiden Republik Indonesia di Desa Tambang Kecamatan Tambang’.
 
“Tentunya itu dengan pertimbangan bahwa pemerintahan Desa tersebut berhasil mendirikan BUM Desa dan mengembangkan unit-unit usaha BUM Desa yang terkoneksi dengan unit usaha BUMN dan BUMD,”ungkap Zulfan.
 
Untuk itu, Zulfan berharap Pengelolaan BUMDes harus dikelola secara profesional dan mandiri sehingga diperlukan orang-orang yang memiliki kompetensi untuk mengelolanya.

Perekrutan pegawai ataupun manajer dan selevel harus disesuaikan dengan standar yang sudah ditetapkan dalam AD/ART BUMDes.

"Contohnya bagi pemegang jabatan manajer setidak-tidaknya memiliki pengalaman kerja di lembaga yang bertujuan mencari keuntungan. Latar belakang pendidikan sekurang-kurangnya adalah SMU atau sederajat,"pungkasnya.
(Kamparkab/07)

Berita Terkait