Terbaik di Riau, Komisi IV DPRD Rohul Studi Ke PDAM Kampar
post image

Terbaik di Riau, Komisi IV DPRD Rohul Studi Ke PDAM Kampar

BANGKINANG KOTA (KAMPARKAB) - PDAM Tirta Kampar setelah mendapatkan Penilaian dari  Badan Peningkatan Penyelenggaraan system Penyediaan Air Minum (BPP-SPAM) Pusat, sebagai PDAM Terbaik di Provinsi Riau tiga Tahun belakangan ini, sejumlah kabupaten Kota di Riau mulai melirik dan berguru bagaimana system dan menejemen pengeloaan air bersih  di Kampar.

 

Salah satunya, Kabupaten Rokan Hulu, kamis (04/01/2018) Komisi IV DPRD Rokan Hulu melakukan Kunjungan Kerja ke PDAM Tirta Kampar dan lansung diterima Direktur PDAM Tirta Kampar, Muhammad Rusdi, SE dan sejumlah Staf di Kantor Produksi PDAM Tirta Kampar di Bangkinang Kota.

 

Komisi IV DPRD Rohul yang dipimpin lansung Ketua Komisi IV, Nono Patria Pratama, SE yang didampingi Muhksin, SPI sekretaris Komisi IV dan H Baihaqqi Abdullah, Lc, Serani Yenti dan Tamrim Nasution anggota beserta Staf Komisi IV DPRD Rohul.

 

Usai pertemuan, Rombongan Komisi IV DPRD Rohul lansung meninjau kelapangan untuk menyaksikan pengelolaan air bersih di PDAM Tirta Kampar sekaligus mendapat arahan dan petunjuk dari Dirut PDAM Tirta Kampar.

 

Kepada wartawan, Ketua Komisi IV DPRD Rohul mengakui kunjungan kerja mereka ke PDAM Tirta Kampar karena pihaknya ingin melakukan upaya pengelolaan air bersih di Rohul yang terbaik seperti yang dimiliki Kabupaten Kampar hari ini. “Karena PDAM Tirta Kampar sebagai PDAM Percontohan se-Sumtra tak salahkan kami belajar kekampar, apalagi Rohul dan Kampar masih punya hubungan emosional, baik secara geografis, budaya dan karakter masyarakatnya sama, apalagi persoalan air adalah persoalan kebutuhan pokok masyarakat,” akuinya.

 

Neno juga akui, berdasarkan informasi yang menegaskan bahwa terdapat 12 PDAM se-indonesia yang menjadi percontohan dan dari 12 PDAM tersebut salah satunya terdapat di  Provinsi Riau yaitu PDAM Tirta Kampar.

 

Neno juga jelaskan bahwa Kabupaten Rokan Hulu saat ini telah memiliki  sejumlah unit pengelolaan air bersih yang masih berdiri sendiri-sendiri yang belum memiliki  wadah tempat mereka bernaung dan masih dibawah pengewasan dan pembinaan salah satu Satker di Pemerintahan di Rokan Hulu. “Untuk itu kita berencana untuk memaksimal unit yang telah dimiliki Rokan Hulu berencana membentuk PDAM Tirta Rokan Hulu’, ingan Neno yang mengakui dari 16 Kecamatan di Rohul terdapat Unit pengelolaan Air bersih di Unit, Ujung Batu, Tandun, Pasir Pengarayan, Dalu-dalu dan Kepenuhan yang belum terkelolah dengan maksimal.

 

Sementera Dirut PDAM Tirta Kampar, Muhammad Rusdi SE kepada wartwan menyambut Baik kunjungan Kerja Komisi IV DPRD Rohul tersebut. “Kita sambut baik kedatangan saudara kita dari rohul dan kita siap berbagi bagaimana tip untuk sukses dalam upaya pengelolaan air bersih di Rokan Hulu,” janjinya.

 

Rusdi selaku Dirut PDAM Tirta Kampar dan selaku Ketua Perpamsi Riau-Kepri mengatakan, walaupun PDAM Tirta Rohul belum terbentuk namun Unit pengelolaan Air bersih di Rohul sudah menjadi anggota Parpamsi Riau Kepri. “untuk itu pihaknya siap mendorong terbentuknya PDAM Tirta Rohul tersebut, tetapi perlu dukungan dan dorongan penuh dari Pemerintah Rokan Hulu sendiri,” ujar Rusdi.

 

Selaku pihak Perpamsi Riau-Kepri pihaknya menilai saat ini sitem penyediaan air bersih Rohul perkembangannya sangat baik hanya saja tinggal bagaimana system pengelolaan dan pelayanannanya.

 

Untuk itu harus jelas, tujuan dibentuk PDAM untuk apa, kalau untuk peningkatan PAD sebagai sasaran utama tidaklah pas tetapi keberadaan PDAM adalah sebagai  public service ditengah masyarakat. “Hal ini sejalan dengan Permen nomor 70 dan 71 tahun 2017 tentang pengeloaan air bersih” sebut Rusdi.

 

Rusdi akui, bahwa saat ini pembiayaan dan pengelolaan air bersih di PDAM Kampar murni dari dana pengeloaan air dari konsumen/masyarakat pelanggan PDAM Tirta Kampar. Tetapi untuk pengembangannya tetap adanya pernyataan modal dari pemerintah yang diatur dalam bentuk Perda, kata Rusdi (Martunus. R)

Berita Terkait