Kampar Darurat Banjir
post image

Kampar Darurat Banjir

Kamparkab- Banjir yang melanda Kabupaten Kampar sejak Senin malam (8/2) merupakan banjir terparah pasca banjir besar yang pernah melanda daerah ini pada tahun 1978. Puluhan ribu jiwa yang tersebar delapan Kecamatan harus bergumul dengan air banjir luapan Sungai Kampar yang sudah seperti lautan luas.

Evakuasi terhadap masyarakat dilakukan secara berturut-turut mulai Senin malam (8/2) hingga Selasa malam (9/2). Seluruh tim gabungan saling membahu, seperti Badan Penanggulangan Bencana  Daerah (BPBD) Kampar dan Provinsi Riau, Dinas Sosial Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau, jajaran Kodim 0313/KPR dan Batalyon 132/BS Salo, jajaran Polres Kampar.

Seluruh Pihak Sudah Turun

 Untuk mengetahui kondisi masyarakat yang terkena banjir, Danrem 031/Wirabima Brigjen TNI Nurendi, MSi (Han) datang ke Kabupaten Kampar dan mampir ke Posko Induk di Lapangan Merdeka Bangkinang Kota.  Setelah meninjau dan menghimpun informasi, Danrem mengatakan bahwa seluruh lini sudah bergerak untuk membantu masyarakat yang terkena musibah banjir, seperti TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, Satpol PP dan berbagai jajaran terkait. “Saya lihat seluruh lini sudah bergerak, bahkan sudah ada posko induk, dan saya harapkan  juga ada posko di seluruh kecamatan, agar  posko darurat banjir yang didirikan terorganisir, sehingga bantuan tersalurkan secara terpusat,’’ucapnya.

Menurut Danrem, untuk membantu masyarakat,  prioritas yang harus dilakukan adalah melancarkan transportasi menuju lokasi banjir. Danrem menyebutkan juga telah menghubungi sejumlah perusahaan yang memiliki helikopter untuk membantu menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang berada di daerah terisolir. Sementara, untuk perahu karet dikabarkan sudah ada 12 unit yang terus bergerak membantu evakuasi warga. “Pada titik yang arusnya sangat deras digunakan upaya evakuasi dengan perahu yang menggunakan mesin,’’sebutnya.

 Bupati Kampar H Jefry Noer SH yang ditemui kemarin di sela kesibukannya memimpin penyaluran bantuan mengatakan bahwa  melihat banjir yang terjadi cukup parah sejak 1978, kondisi di Kampar saat ini memang sudah tanggap darurat banjir. Oleh karena itulah, sangat tepat bila seluruh lini terlibat untuk membantu masyarakat, seperti dari Provinsi Riau bahkan diharapkan juga dari Pemerintah Pusat.   Banjir bukan hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi juga meluluhlantakkan perkebunan, pertanian dan usaha perikanan masyarakat. “Ini banjirnya luar biasa, biasanya di Kampar merendam hingga 15 Kecamatan di Kampar. Sekarang  baru awal saja, sudah 8 kecamatan yang terendam dan ribuan orang terendam banjir,’’terang Jefry.

Delapan kecamatan yang dimaksud antara lain Kecamatan Tambang, Kampar Utara, Kampar Timur, Kampar, Bangkinang, Bangkinang Kota, Salo, Kuok, dan Rumbio Jaya. Hingga Selasa malam (9/2), Bupati Kampar masih terus memimpin penyaluran bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir dan mengkoordinir pelaksanaan evakuasi.

 Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger mengatakan bahwa di Riau ada tiga daerah yang terkena banjir, yaitu Kabupaten Kampar, Rokanhulu dan Kuantan Singingi. Daerah terparah adalah Kabupaten Kampar dan Rokanhulu. Untuk itu, Edwar mendukung tiga Kabupaten yang terkena musibah banjir untuk menetapkan siaga darurat banjir. Kondisi ini lebih lanjut segera dilaporkan ke BNPB.

Pada kesempatan terpisah, Kepala BPBD Kampar Drs Santoso MPd melalui Kasi Kedaruratan Muhammad Nasir SE mengatakan bahwa untuk jumlah secara terperinci daerah yang terkena banjir dan jumlah warga yang menjadi korban banjir masih dalam pendataan. “Hari ini (kemarin, red) kita masih fokus terhadap upaya tanggap darurat. Demikian juga para Camat dan Kades di desa masing-masing masih fokus melakukan upaya tanggap darurat,”sebutnya.(humas/kbo2)

Berita Terkait