post image

SMAN 2 XIII Koto Kampar Wajibkan Siswa Ikuti Maghrib Mengaji

Kamparkab - Guna mendukung program Pemerintah Kabupaten Kampar dan sebagai upaya membebaskan pelajar dari buta Al Quran, SMAN 2 XIII Koto Kampar telah melaksanakan program Maghrib Mengaji. Program ini mewajibkan seluruh siswa yang muslim mengikuti kegiatan Maghrib Mengaji di musalah atau taman pengajian Al Quran terdekat.

Hal itu disampaikan Kepala SMAN 2 XIII Koto Kampar Drs Harizon dalam sambutannya pada acara penyerahan siswa Kelas XII kepada orang tua wali murid di SMAN 2 XIII Koto Kampar, di Desa Pulau Gadang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Selasa (12/5/2015).

Turut hadir pada acara ini Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan XIII Koto Kampar Anizar, perwakilan Pemerintah Desa Pulau Gadang, Desa Koto Masjid, Desa Lubuk Agung dan Desa Ranah Sungkai, Ketua Komite SMAN 2 XIII Koto Kampar Dasril Datuk Rajo Menanti, para pendiri sekolah dan ratusan orang tua wali murid.

Harizon mengungkapkan, program Maghrib Mengaji belum semua sekolah mampu melaksanakan, hanya ada beberapa sekolah di Kabupaten Kampar, termasuk SMAN 2 XIII Koto Kampar. Seperti diketahui, saat ini Pemkab Kampar telah memiliki Peraturan Daerah Maghrib Mengaji. Oleh sebab itu dia berkeinginan bahwa program ini bisa dilaksanakan oleh SMAN 2 XIII Koto Kampar dengan bekerjasama dengan tempat pengajian Al Quran di setiap desa.

Pelaksanaan program ini adalah dengan menitipkan siswa di surau-surau tempat pengajian Alquran di beberapa desa tersebut. Kemudian pihak sekolah juga memberlakukan absensi dan menitipkan kepada guru mengaji. Dari dua ratusan jumlah siswa SMAN 2 XIII Koto Kampar kata Harizon hanya 38 siswa yang tak ikut melaksanakan program Maghrib Mengaji ini.

Untuk itu ia minta dukungan orang tua wali murid bagaimana program ini tetap eksis sehingga program ini bisa membuat siswa bisa mengaji, membaca Al Quran dengan fasih dan benar dan selain itu kegiatan ini dapat mengarahkan siswa kepada kegiatan positif.

Sementara itu Kepala UPTD P dan K Kecamatan XIII Koto Kampar Anizar, S.Pd memuji program yang telah dilaksanakan SMAN 2 XIII Koto Kampar.

"Baru satu sekolah ini yang menerapkan maghrib mengaji. SMAN 2 XIII Koto Kampar adalah pelopor bagi SMA yang lain dan diharapkan juga diikuti oleh SMA dan begitu juga sekolah di jenjang SD dan SMP," ucap Anizar yang juga mantan Kepala SMAN 2 XIII Koto Kampar itu.

Pada kesempatan itu Anizar juga mengajak orang tua wali murid mengawasi anak-anaknya. "Jangan bangga dulu anak berdiam diri di kamar, tetap awasi, buatlah anak memiliki kegiatan positif," ungkap Anizar.

Dia juga menekankan agar orang tua menenkan anak agar memiliki beban untuk belajar Al Quran. "Berikan beban kepada anak menghafal ayat-ayat Al Quran," katanya.

Dia juga menyarankan agar pihak sekolah dan masyarakat membuat suatu kegiatan seperti generasi muda Alquran agar anak-anak terpancing belajar Al Quran dan membuat kegiatan positif lainnya.

Menurutnya, kenakalan remaja bersumber dari siswa yang berada ditingkat SLTA. Hal itu disebabkan karena anak merasa kurang mendapatkan perhatian dari orang tua dan pada usia ini anak berusaha selalu ingin memperkenalkan dirinya kepada orang lain.

"Anak yang tak punya kelebihan positif dia akan berusaha memperkenalkan diri kepada orang lain bahwa inilah dia. Namun anak yang memiliki kelebihan positif seperti pandai berpidato, pandai mengaji cenderung tidak mau lagi memperkenalkan dirinya dengan tindakan negatif seperti berusaha menarik perhatian orang lain di kelasnya," ucapnya.(ara)

Berita Terkait